Beberapa waktu yang lalu, saya menyimak insta-story dari direktur muda nan cemerlang di tempat saya bekerja, dan menemukan hal yang sungguh menarik. Beliau saat itu sedang mengutip buku “The Power of Moments” karya Chip & Dan Heath.

Hal menariknya begini: mana yang lebih penting, purpose atau passion?

Saat saya sekolah dulu, yang banyak dijor-jorkan lebih ke passion. “Carilah passionmu!” lebih digaungkan dibanding “Temukan purpose-mu”. Karena memang mencari passion berarti mencari kesenangan kita, hal yang membuat kita secara emosional happy-happy. Apapun yang dijalani akan bisa dilalui jika hati baru bahagia. Premis ini bisa jadi betul, tapi untuk konteks di pekerjaan, ternyata buku “The Power of Moments” memaparkan hal lain. Apakah itu?

Tertarik dengan mana yang lebih membuat impact dalam performa kerja, purpose atau passion, seorang profesor melakukan riset. Hasil yang obvious (mudah diprediksi) yakni:

  • Orang yang punya high passion & high purpose, performa kerjanya sangat tinggi. Wajar, lha wong suka dengan kerjaannya dan punya tujuan spesifik pula
  • Orang yang punya low passion & low purpose, performa kerjanya rendah. Ini juga jelas, lha wong ga suka dengan kerjaan dan ga punya tujuan, ngarep apa? Hehe

Nah, yang menarik ini nih. Kalau hanya punya 1 (high passion aja, atau high purpose aja), mana yang unggul performa kerjanya?

Ternyata… menang purpose! Orang yang ga suka-suka amat dengan kerjaannya, tetapi punya tujuan spesifik punya performa kerja yang lumayan oke, bahkan hampir mendekati orang yang high passion & high purpose. Sebaliknya, orang yang suka dengan kerjaannya tapi ga punya tujuan, ya performanya segitu-gitu aja, bahkan cenderung mirip orang yang low passion & low purpose. Wew!

Mungkin orang yang suka terhadap hal tertentu, gampang putus asa saat moodnya baru jelek ya. Terlalu comfort dengan kondisi yang disuka. Pengennya lingkungan bisa menyesuaikan kesukaannya, baru dia jalan.

Di lain sisi, orang yang punya tujuan akan tetap mengupayakan, baik saat mood baik maupun buruk. Orang-orang ini akan bertahan walau badai menghadang, saat keadaan kurang menguntungkan.

Nah, alhamdulillahnya dari kecil saya melihat sosok yang bisa jadi role model untuk punya purpose. Sosok tersebut tak lain adalah.. Ibu saya.

Ibu saya selalu berjuang sekalipun berada di kondisi yang bukan disukainya, tetap bisa perform di saat lingkungan tidak sesuai kata hati beliau. Berat, tapi tetap maju karena punya purpose. Yang luar biasa, purposenya luar biasa untuk kemajuan lingkungannya. Ini yang masih coba saya pelajari, karena sejauh ini passion & purpose saya masih sangat individualis, passion nonton bola, purpose bisa nonton bola langsung di Eropa (yang alhamdulillah ini pun sudah membawa saya melangkah jauh..hehe..)

Perlahan purpose kita memang mesti dikoreksi bukan hanya untuk diri sendiri ya. Karena beda dengan passion yang sangat personal, purpose semestinya bisa dishare untuk tujuan bersama, tolong menolong dalam kebaikan.

Terima kasih Bunda!

Bekasi, 26 Maret 2021

Ditulis sebagai tulisan ketujuh untuk belajar ikhlas dan berpikir positif. Untuk Ibunda tercinta.

2 pemikiran pada “Purpose

  1. Terima kasoh Mas. Alhamdulillah, kalau bisa mjd role model. Ibu juga masih belajar Mas. Bismillah, smg Allah sll membeei kemudahan setiap urusan kita serta membweikan kesuksesan dan keberkahan. Aamiin3

  2. Bagus…tujuan hakiki setiap aktifitas kita adalah mengggapai ridlo Illahi…ada cemohan..ada badaipun…ketika kita yakin tujuan itu bernilai ibadah…kita akan senang mengerjakannya…semoga kita bisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s