Arsip Kategori: teknologi

bidang yang akan menjadi spesialisasiku

Sesuatu pada Antena TV

Mahasiswa rantau dari daerah (nonmetropolitan) dan televisi tidaklah identik. Yah, biaya kosan saja sudah mahal. Kalaupun ada biaya lebih, pasti dipakai untuk kebutuhan IT terbaru, sebut saja laptop, atau mungkin handphone yang lagi ngetren. Sangat jarang mahasiswa yang punya fasilitas TV pribadi di kamarnya. Walau begitu, tak jarang kos menyediakan fasilitas TV untuk dilihat bersama, yah paling tidak sebagai selingan kalau bosan membaca berita dari internet atau proses streaming nan lemot. Nah, saya termasuk salah satu yang beruntung mendapat fasilitas TV bersama di kosan.. Meski jarang ditonton, yah paling tidak fasilitas ada lah ya…

Alasan jarang nonton TV selain karena (sekali lagi) TV tak identik dengan mahasiswa daerah serta pergeseran ke era internet, ada kendala internal yakni si TV di ruang keluarga itu hampir tidak bisa menampilkan tayangan yang benar-benar jernih. Entah apakah si TV itu banyak menyimpan gula, ada aja semut dan tawon yang lewat. Yah pokoknya banyak banget ‘semut’nya atau dalam istilah teknologi biasa disebut derau/noise. Padahal antena TV sudah dipasang di ketinggian yang relatif cukup (tak terhalang bangunan lain), juga sudah dicoba diarahkan ke berbagai penjuru untuk mencari sinyal siaran terbaik. Hmm…

Nah, hari ini.. ya hari ini.. saya menyetel si TV itu. Sebagai teman makan malam. Ambil remote, dan click..

Wuahh…

Sesosok gundul tiba-tiba muncul, pakaiannya hitam, dengan sorot kamera close-up, matanya menatap tajam,… Saya pun terdiam sejenak memandang layar TV itu….

Oke, jangan berpikir horor. Itu tadi Deddy Corbuzier, magician terkenal yang tengah show acara ‘Hitam Putih’. Dan bukan dia yang membuat saya terdiam sejenak. Yang membuat saya heran tak lain karena si magician tak dikelilingi semut-semut. Semut-semut yang biasa mengerubungi Lionel Messi atau Sule waktu anak kosan baru bareng-bareng nonton bola atau OVJ. Tayangan TV kali ini benar-benar jernih. Janggal.

Sesaat kemudian, kuhentikan sejenak makan malamku. Dan aku keluar untuk mengecek sumber kejanggalan itu. Oh, the antenna placing. Awalnya, antena dipasang dari lantai 2 menjulang ke atas. Sedangkan sekarang ditaruh di lantai 1, terikat dengan bambu yang cukup kuat. Lah.. kalau di tempat tinggi dan tak terhalang saja sinyal gambarnya banyak noise, bukankah seharusnya di tempat yang rendah dan cukup terhalang maka sinyal yang diterima jadi makin jelek?

Sambil berpikir, kuhabiskan dulu semangkok bakso sebagai makan malamku.

Yeah, kemudian kutanya teman kosan yang tadi memindahkan antena. Apakah dia memperbarui antenanya, atau memasang antena tambahan, atau mungkin secara iseng menghubungkan ke antena tetangga? Ternyata tidak semua. Antena masih sama kok, iya sama. Hanya memindahkan dari atas ke bawah, lalu diikat dengan bambu supaya gampang diputar2 mencari posisi penerimaan sinyal yang baik. Kalo gitu kok bisa ya?

Ah, sepertinya kuliah medan elektromagnet atau antena hanya berlalu sekedar teori. Masa sih. Ihh..

Saya penasaran dan keluar lagi melihat antena TV. Lihat sejenak dan lihat sekitar.

Ahh… Sial. Benar-benar sial. Kutemukan jawabannya dari antena tetangga.

Ternyata itu faktornya. ANGIN. Tak salah lagi, Angin. Saat di lantai 2, antena tidak stabil atau terus bergoyang karena angin (terlebih angin di Bandung cukup kencang). Saat dipindah ke lantai 1 dan diikat lebih kuat, antena pun stabil dan jadi ‘fokus’ dalam menerima sinyal. Siaran yang didapat pun jadi jernih. Sebenarnya, kalau ditaruh di atas seperti letak awal, bisa lebih jernih juga, hanya harus stabil tidak bergoyang karena angin.

Wah, pelajaran engineering hari ini. Perhatikan semua faktor sekalipun terlihat sepele (biasakan detail). Percepat alur berpikir, jangan saklek pada teori. Terlebih lagi, cari info dan interest dari kehidupan sehari-hari untuk menunjang apa yang didapat di kuliah, so bisa lebih tanggap secara praktis.

#terusbelajar

Instalasi Server

Nah kali ini kita belajar mengenai instalasi server, baik FTP server maupun Web Server. Yang FTP Server menggunakan proftpd, sedangkan Web Server dengan Apache. Kita kupas satu per satu langkahnya:

1.      FTP Server (proftpd)

a.       Langkah pertama, setting dulu package rootnya (misal ke ftp.itb.ac.id) agar proses download lebih cepat. Bagian prosesor silakan disesuaikan dengan computer (misal amd64 untuk AMD atau i386 untuk Intel).

b.      Mulai lakukan proses instalasi proftpd seperti langkah instalasi umum.

c.      Setelah install selesai, tambahkan user group yang akan menjalankan ftp tersebut.

d.      Konfigurasi FTP server, caranya dengan hapus konfigurasi default lalu buka file dengan text editor ee. File konfigurasi standar untuk anonymous FTP server diketikkan seperti pada modul (hati-hati: case sensitive, besar kecil huruf berpengaruh, kawan!).

e.      Setelah selesai, dicek dulu donk. Jalankan FTP server, sudah berjalan atau benar (dengan perintah telnet)

f.       Buka aplikasi FTP client (paling terkenal sih Total Commander). Coba upload dan download file, jika berhasil berarti FTP server sudah berjalan dengan benar.

2.      Web Server (Apache)

a.       Download dan install apache dulu. Install seperti ketentuannya.

b.      Konfigurasi web server dengan membuka file /usr/local/18108035/etc/apache22/httpd.conf. Buka file dengan text editor ee, cari beberapa baris yang telah ditentukan dan lakukan perubahan sesuai ketentuan (penyesuain nama folder/file, IP address dan alamat email).

c.      Setelah selesai, lakukan pengecekan dan jalankan. Periksa apakah web server sudah berjalan atau belum dengan perintah telnet.

d.      Buka web browser (Mozilla Firefox) dan ketik pada tab address: http://167.205.64.110 (sesuai IP computer). Kalau benar maka akan muncul tulisan “It Works!”

e.      mencoba membuat sebuah html file dengan text editor dan isi html sesuai format yang telah ditentukan

f.       Buka web browser http://167.205.64.110/test.html.

Belajar tentang TCP/IP

Lama tidak memposting yang berbau akademik nih.. Hmm.. Kayaknya sekarang saatnya sejenak berganti warna dengan tulisan akademik atau teknologi. Yang bakal teman2 baca ini adalah tulisan pengalaman praktikum saya, di prodi Telekomunikasi ITB.. semoga teman2 tertarik dan melanjutkan baca, siapa tahu jadi inspirasi masuk ITB.. atau bisa tahu ilmunya dan bisa mempraktekkan di rumah tanpa perlu susah2 masuk ITB.. 🙂

Untuk postingan ini, urut dulu dair praktikum pertama ya… mengenai TCP/IP … Wah, apa tuh?

Eits, jangan kabur dulu. Ini dasar telekomunikasi yang menarik lho… Apalagi sekarang era global, eranya internet, nah internet itu dasarnya ya TCP/IP dan Server.. Gaul ? Mengerti arus global? harus tahu internet donk…

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) tu adalah standar tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Mulai dikembangin di akhir 1970-an untuk hubungin jaringan luas (WAN) dan akhirnya jadi yang paling banyak digunakan saat ini. Ke depannya pasti bakal berkembang lagi karena TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat makin banyaknya kebutuhan akan jaringan komputer dan internet.

Nah, untuk belajar konfigurasi dan cek parameter TCP/IP ga bisa ‘kosongan’ dari compy kita yang umumnya berbasis XP/Vista/Seven. Butuh bantuan OS yang namanya FreeBSD. Kenapa FreeBSD? Yah karena nih software emang dikembangin khusus untuk server jaringan yang handal. Bisa didapat di link ini. Untuk jalanin FreeBSD, butuh machine yang bisa jalanin 2 atau lebih OS sekaligus. Waduh, ribet ya. Engga juga kok,,tinggal download VMWare (oke banget software ini). Dengan VMWare itu, kita bisa jalanin FreeBSD yang handal sebagai server tapi tampilannya ga asyik  itu bersama dengan OS utama kita (Windows/Linux) yang tampilannya tentu saja membuat nyaman…

Oke, sudah siap VMWare-nya? Next, power on FreeBSD yang sudah ada di situ..masukkan username dan password (terserah, yang gampang diinget aja). Jangan dulu kecewa pada tampilan FreeBSD yang hanya hitam putih doank.. Yuk mulai dengan konfigurasi…

Konfigurasi pertama network interface dulu, perintahnya: ifconfig <interface id> inet <ip address> netmask <subnet mask> up  {misal: ifconfig em0 inet 167.205.64.110 netmask 255.255.255.192 up}

Lanjut dengan konfigurasi default gateway, perintahnya:  route add default <ip address gateway> {misal: route add default 167.205.64.1}

Terus masukkan DNS server dengan text editor ee (ketik: ee /etc/resolv.conf), lalu di situ masukkan: nameserver <dns server> {misal: nameserver 167.205.23.1}

Setelah selesai melakukan konfigurasi, lanjut dengan cek parameter TCP/IP:

Pertama—menggunakan perintah ping (untuk cek network interface sudah terkonfigurasi dengan benar ato belum) {misal: ping 167.205.64.1 atau ping http://www.facebook.com}. Hasilnya gini nih:

Kedua—menggunakan perintah traceroute untuk melihat berpa hop dan router mana saja yang dilewati untuk host-host di atas.

Ketiga—mencari IP address dari hostname yang telah ditentukan dengan perintah nslookup.

Keempat—melihat tabel routing komputer praktikan dengan perintah netstat –nr, mencatat hasilnya, lalu memberikan penjelasan pada laporan.

Kelima—melakukan pengecekan pada komputer/server dengan hostname yang telah ditentukan apakah port 80nya terbuka atau tidak (dengan perintah telnet).

Tips Menghemat Baterai Laptop

*Habis browsing internet, dan dapat info bagus nih… Share tips untuk menghemat baterai laptop…

Laptop seringkali bermasalah dengan masa pakai baterai yang tidak tahan lama, bocor dll. Semua ini disebabkan kecepatan CPU, kinerja grafis tinggi dan jumlah RAM besar membutuhkan lebih banyak kekuatan. Meskipun produsen laptop adalah menciptakan laptop dengan baterai yang tahan lama, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sendiri untuk merawat baterai laptop Anda. Inilah tips agar baterai laptop awet:

1.    Saat laptop baru dibeli, masih gres, bateray-nya kan masih kosong nih.. Nah, jangan langsung digunakan bahkan jika charge listrik terpasang sekalipun. Laptop harus dimatikan dulu, di-charge selama antara 4-8 jam hingga lampu indikatornya menunjukkan full charge (biasanya lampu indikator charge akan berwarna hijau).

2.    Jika Anda tidak sedang presentasi tetapi sedang kerja rutin dengan laptop (ngantor), lepaskan saja baterai laptopnya dan gunakan listrik langsung. Jika bateray terpasang, charge juga terpasang dalam banyak kejadian yang memungkinkan bateray cepat bocor. Walaupun laptop modern biasanya memiliki sirkuit yang memastikan baterai tidak digunakan bila charge terpasang, tapi suhu panas juga mempersingkat masa pakai baterai. Yang perlu diingat, bateray laptop digunakan hanya ketika listrik tidak dapat digunakan langsung.

3.    Pastikan untuk mengkonfigurasi pengaturan baterai laptop Anda dengan tepat. Atur periode Sleep laptop Anda agar memungkinkan Anda untuk menonaktifkan layar dan hard disk setelah jangka waktu tertentu tidak digunakan. Tentukan periode ini sesingkat mungkin untuk memaksimalkan masa pakai baterai.

4.    Nonaktifkan Bluetooth dan WiFi ketika tidak diperlukan. Ketika Anda menonton film, atau mengetik dokumen dan Anda tidak perlu online, nonaktifkan perangkat nirkabel. Hal ini akan membantu menghemat daya, sebab konsep Bluetooth dan WiFi adalah mengirim dan menerima signal walaupun Anda tidak menyadarinya dan ini menghabiskan daya. Lebih parah lagi jika kedua fitur ini Anda aktifkan di tempat yang sama sekali tidak ada signal.

5.    Kurangi mengkonfirasi layar terlalu terang. Disatu sisi layar lumayan terang adalah baik karena tulisan lebih jelas, tetapi disisi lain makin terang layar makin banyak daya yang digunakan.

6.    Sejalan dengan tip sebelumnya, Anda harus menonaktifkan screen saver. Terutama ditujukan untuk mencegah layar agar tidak terbakar, screen saver mengkonsumsi daya jauh lebih tinggi karena CPU aktif dan kartu video dan layar juga digunakan. Ini sama dengan menonton video pada laptop.

7.    Selain menonaktifkan Bluetooth dan perangkat nirkabel, juga melepaskan setiap perangkat eksternal ketika tidak diperlukan. Sebuah USB atau mouse nirkabel, memory stick USB, harddisk eksternal atau kartu PCMCIA yang tidak sedang digunakan pada laptop harus dilepas. Anda harus paham, semua perangkat tadi menggunakan daya dari laptop Anda.

8.    Periksa juga program startup Anda dan program aktif dan menutup program yang tidak perlu. Program-program startup yang terlalu banyak akan menyebabkan laptop loading lama. Loading lama akan membutuhkan banyak memory virtual sehingga terlalu banyak menggunakan akses hard disk.

9.    Jika Anda ingin mendengarkan musik, gunakan headset dan bukan speaker. Karena speaker laptop kecil maka walaupun volume musik sudah maksimal tetapi suara tidak maksimal diteling Anda. Jika volume Anda naikkan maka penggunaan daya juga bertambah besar.

10. Update BIOS dan driver. Produsen komputer melakukan perbaikan software mereka sepanjang waktu untuk memperbaiki cara hardware digunakan. Memperbarui Bios akan memastikan bahwa Anda memiliki versi terbaru dan memberikan kompatibilitas maksimum dengan penghematan daya semua fitur sistem operasi. Hal yang sama berlaku untuk driver perangkat keras. Driver mengendalikan semua aspek dari perangkat keras, termasuk mode penghematan daya hardware.

Cek Temperatur Komputer dengan HWMonitor

Beberapa hari yang lalu, laptop saya sering sekali CPU Usage-nya tiba-tiba menjadi 100%. Tentu saja itu menjengkelkan karena kerjanya hang, melambat sekali. Padahal baru satu bulan ini kapasitas memori saya tambah (alasan penambahan juga karena CPU Usage yang tiba-tiba melonjak).

Saat didiagnosa penyakit laptop ini sebelum ditambah memori, ada 3 hal: memorinya mungkin terlalu kecil, OS windowsnya yang error, atau kejanggalan dari suhu laptop yang sangat panas. Daripada mengambil resiko lebih jauh, saya langsung menambah memori dan install ulang windows. Harapannya, permasalahan tuntas. Ternyata, tuntas untuk sekitar 2 minggu, kemarin muncul lagi problem CPU Usage.

Karena 2 hal sudah diatasi sebelumnya, satu kecurigaan yang muncul adalah karena panasnya suhu laptop. Memang laptop saya saat itu sangat panas. Di atas normal. Tapi, bagaimana bisa tahu berapa suhunya dan normal atau tidak?

Yah, setelah restart dan laptop bisa jalan lagi pelan-pelan, saya googling mengenai masalah temperatur komputer. Ternyata memang ada batasnya dan perlu dicermati! Dalam artikel yang saya baca, untuk laptop/notebook, yang berbasis AMD punya temperatur max 85-90 C. Temperatur yang dianjurkan 60-70 C. Sedangkan yang berbasis Intel harus bekerja ‘lebih dingin’, yakni max 85 C. Yang dianjurkan 50-60 C. Untuk komputer desktop juga terdapat perbedaan berdasar basisnya. AMD max 85-95 C, anjuran 50-65 C. Intel 75-85 C, anjuran 45-55 C.

Masalahnya, di mana kita bisa tahu suhunya? Dengan termometer? Ya engga lah. Lewat aplikasi bawaan Windows? Hmm..nyarinya di mana? Pada akhirnya, saya mendapatkan software khusus untuk mengecek temperatur dan memonitor hardware dari website ini. HWMonitor. Langsung install dan cek hardware.

Akhirnya diketahui bahwa suhu laptop saya yang berbasis Intel sudah melebihi yang dianjurkan. Cooling pad! Karena tidak punya, jadinya pinjam teman kosan. Hehe. Satu lagi tambahan dengan bisa tahu temperatur hardware, kita bisa tahu cooling pad yang dipakai bekerja dengan bagus atau tidak. Jadi kalau beli cooling pad yang berharga sangat murah jangan bangga dulu, cek dulu fungsionalitasnya dengan melihat suhu pada HWMonitor.

Silakan dicoba! Yang paling penting, jagalah temperatur komputer Anda.. jangan sampai terkena penyakit CPU-Usage karena faktor yang sering diabaikan ini.

Sticker Lite, alternatif notes yang simple dan cantik

Di era digital ini, candu nomor satu adalah komputer. Rokok, narkoba, dan barang yang identik dengan candu lainnya mah sudah ketinggalan, kecuali orang-orang kolot yang masih memaksakan diri untuk memakai. Komputer pada dasarnya bukan barang yang bersifat ‘menzalimi tubuh’, tapi bisa juga berakibat begitu jika pemakainya tidak menggunakan dengan bijak. Misalkan saja, maen game online semalam suntuk, betah banget buka Facebook semalam suntuk juga. Yah minimal tindakan seperti itu bisa menzalimi mata.

Komputer jelas memberi beragam keasyikan. Bisa buat internetan (apalagi yang punya modem pribadi atau sambungan Speedy), bisa buat maen game (dengan grafis yang jauh lebih bagus dibanding PlayStation), bisa buat nonton film, dll. Tak jarang kita jadi lupa waktu, lupa seharusnya melakukan agenda tertentu di waktu itu, bahkan lupa kalau punya agenda. Komputer sebenarnya ‘tak tinggal diam’. Ada beberapa fasilitas untuk mengingatkan pada agenda yang semestinya kita lakukan. Kalau komputer Anda memakai OS Windows Vista, pasti mudah saja tinggal aktifkan widgetnya, dan mulai tulis note agenda. Selanjutnya tinggal bagaimana menjaga konsistensi dari keasyikan berkomputer.

Nah, karena saya bukan pengguna Vista melainkan XP, kemarin sempat bingung gimana nampilin notes seperti Vista. Dan karena di kosan alhamdulillah ada fasilitas internet, ga usah sibuk-sibuk mencari (yang mungkin akhirnya ga ketemu) deh, langsung aja browsing. Dan akhirnya dapat aplikasi dari website ini, namanya Sticky Notes, langsung unduh saja dan install. Sizenya kecil koq. Dan inilah preview tampilannya

Bisa menampilkan banyak notes yang berwarna-warni jadi tidak menjemukan. Aplikasi ini juga bisa terlihat terus saat membuka program lain, atau disembunyikan. Nantinya yang sudah well done tinggal dihapus. Pengaturannya tinggal klik kanan simbol Sticky Notes seperti berikut

Atur saja sesuka hati, sudah. Berikutnya tinggal menjaga konsistensi untuk menjalankan agenda, tidak melulu berada pada keasyikan komputer. Bagaimana? Alternatif notes yang simple dan cantik kan?

Google Kocak Sekali…

Sebagai perusahaan internasional yang begitu besar, Google ternyata punya sense of humor yang tinggi juga..

Entah dink ini dibikin Google secara resmi atau ada orang luar yang iseng…

Coba deh di mesin pencarian paling mantap itu ketikkan ‘2204355’ dan klik ‘saya lagi beruntung’

Entar tampilan tabnya jadi gini..

dan yang muncul di layar kocak sekali..!! Selamat mencoba, semoga beruntung bisa melihat kekonyolan Google..