Arsip Kategori: Uncategorized

16 Months Later…

Wew.. It’s been 16 months since the last time I updated this blog…

Butiran debu. Banyak sarang laba-laba. Basi. Elah, bisa-bisanya ya saya yang acapkali menuliskan “writing” sebagai salah satu hobi, malah ga pernah menulis lagi.

Life is getting tougher, ma broo.. Quarter life crisis.. Hayyah, banyak excuse padahal aslinya emang anak malas. Hehe..

Namun yawda lah ya, tiba waktunya untuk me-reset kembali. Bismillah.

Actually, selama 16 bulan “menghilang”, banyak sekali suka dan duka. Many things changed. Tapi alhamdulillah semuanya dalam tingkat di mana saya tidak bisa melakukan hal lain selain bersyukur.

I’m married!!ย 

Yes, sudah 6 bulan saya mengarungi hidup baru bersama the beautiful, special woman of my dream. My special one yang -duh, susah diungkapin dengan kata-kata, ga akan muat dalam satu postingan apalagi postingan setelah lama vakum -_-“” (dibikin serial aja kali ya untuk ngenalin Si Dia)

Oh, saya juga sudah paling ke Indonesia tercinta setelah berpetualang dua tahun di negeri Oranye. Sekarang udah gampang cari rendang, udah gampang cari gorengan, pokoknya makanan enak semua (pantes saya gemukan yah). Alhamdulillah

Sekian dulu ya. Bismillah semoga konkret ga wacana lagi untuk update blog. Saya Mushofi, salam kenal buat yang belum kenal, dan buat pembaca setia (kayak ada aja) I’m back!! ๐Ÿ™‚

Iklan

2016 Tahunnya Bersyukur

Halo teman-teman semua,

Tak terasa ya udah 2016 aja. Seperti biasa, waktu berlalu 365 hari panjangnya di 2015, dan banyak dari kita bisa dengan enteng bilang “wah ga kerasa yaa” (termasuk saya!). Dengan logika kayak gini, ga heran sih Rasulullah SAW bersabda selisih waktu antara beliau diutus (which is di abad 7) sampai kiamat (yg entah kapan, wallahu a’lam) itu jaraknya hanya seperti jarak 2 jari, dan itu make sense. Jarak dua jari jelas sangat pendek, tapi saya ngebayangin di akhirat kelak pasti ga ada yg protes dengan kalimat tadi. Lha wong mau diberi waktu pendek atau panjang, siklusnya tetep: Tahun baru-beraktivitas-akhir tahun-bilang ‘ga kerasa ya tau-tau udah akhir tahun aja’-Repeat. Ahaha..

Oya, awal-awal tahun biasanya pada bikin resolusi nih. Entah emang udah kebiasaan, entah karena ikut-ikutan, atau ya karena inget standar baku resolusi awal tahun, “mengejar wish list tahun lalu, meneruskan usaha dua tahun lalu, yang ditulis tiga tahun lalu, dan sebenarnya udah direncanakan empat tahun lalu”… Wkwk kok serba rekursif ya..

Antara penting ga penting sih ya bikin resolusi, tapi diliat positifnya aja setidaknya ada semangat untuk memperbaiki diri. Tiap orang punya checkpoint sendiri-sendiri dalam berusaha mewujudkan mimpi. Ada yang pas ultah, ada yang waktu naik kelas, ada yang di momen pergantian tahun, dan banyak lagi. Apapun, semoga teman-teman terus semangat dan tercapai targetnya. Amiin.

Saya sendiri mau ngapain ya di 2016? Mau ngapain hayo? Ahaha..

Saya ga bisa bilang ini adalah sebuah resolusi. Tapi yang jelas saya ingin kembali belajar hal basic di tahun ini, belajar bersyukur. Beberapa tahun belakang sudah berlalu dengan indah, tapi kok ada dark side yang susah banget diilangin: merencanakan, berusaha gigih, lalu lihat hasilnya dan tentuin mana yg sangat pantas disyukuri, mana yang cukup pantas disyukuri, dan mana yang tidak.

Whaaat?! Lancang banget ga sih.

Bukannya bersyukur itu harusnya berada di step paling pertama banget? Iya mestinya. Karenanya saya bilang tahun ini pengen hal tersebut ga berhenti di kata atau teori aja.

Tahun yang berlalu itu melelahkan, ya iya namanya usaha, dan kerasaย  semakin capek yang ga perlu karena lupa atau telat bersyukur. Secara garis besar PRnya dua: 1. nemuin cara efektif dan bisa jadi resep konstanย  memulai hari dalam keadaan bersyukur regardless yg terjadi di hari sebelumnya (bukan galau) dan 2. kalau emang lupa, gimana biar secepat mungkin ingat untuk bersyukur.

Berasa absurd ya? Ahaha..

Yang jelas, 2016 ini akan jadi tahun yang teramat indah. Akan banyak impian yang tercapai, karena insya Allah tahun ini saya lebih bersyukur dari tahun kemarin ๐Ÿ™‚

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin.

Bismillah 2016.

Puncak Klasemen

Minggu lalu, ada obrolan cukup menarik yang saya temui di grup keluarga kosan Bandung, Pancasila 9 (dinamain berdasar nama gang dan nomor rumah, tempat kami menjalani hari-hari luar biasa jaman S1 dulu). Obrolan apakah itu? Check this out aja ya.. ๐Ÿ™‚ย  *note: semua nama sengaja disamarkan*

A : Mas B, istrine sampun isi (istri sudah hamil)?

B : Masih belum, A.

C : Wah, D masih memimpin klasemen ya! (C dan D sama-sama sudah punya istri dan 1 anak, cuma anaknya mas D lahir duluan)

E : Weh, berarti kalau mau geser pemuncak klasemen, mesti cari istri yang minimal punya anak 2 dong ya? (si E ini belum nikah, tapi visioner)

C : Cerdas, E.

B : Bikin pondok pesantren atau yayasan anak yatim, E. Langsung banyak anakmu. #anakangkat ๐Ÿ˜€

C : Eh by the way, Si F mau promosi ke divisi utama Desember ini nih (beuh, mas F mau nikah = mau promosi ke divisi utama!)

B : Wah bulan ini dong, C.

C : Yup. Kalau si G udah nikah tapi istrinya langsung ditinggal jauh, berarti degradasi ke Serie B (waduh!)

H : Mending mas G cuma ninggal ke Kalimantan, mas I ninggal antar negara euy. Hahaha (well, mas I lanjut kuliah di Uni Emirates)

F : (sang calon mempelai) Tenaaang.. aku kayak Leicester kok. Promosi langsung menuju puncak klasemen. Sekarang masi playoff championship (persiapan sebelum masuk divisi utama)

J : Weh, si H ga punya hak urun rembug (diskusi), nikah aja belum. Bolehnya cuma nanya doang, wkwkwk…

F : Nah loh, H. Menengo (Diamlah)!

A : Si H belum pelantikan

I : Jangan-jangan dia gay (beuh)

C : Jangan gitu cah. Si H ini baru LDR. Dia di Jakarta, ceweknya di masa lalu. Hehe

B : Warbyasa, LDRnya si H menembus ruang dan waktu. Eh tapi yakin C, si H ini LDRnya sama cewe? Gimana kalo ternyata cowo?

***

Saya : (baru buka hape tiba2 notif whatsapp numpuk) Astagaa.. Ada sistem promosi degradasi.. pemuncak klasemen.. Ane masih di liga amatir berarti.. Hahaha..

blog1

Demikian.

 

Get Busy Living Or…

Yah jadi kemarin saya baru chat dengan sobat saya yang ujung-ujungnya mengarah ke sosok Morgan Freeman. Bagi yang demen nonton movie, aktor yang satu ini udah punya level tersendiri: legend. Hal paling legendary tentu suara beliau yang sungguh exceptional karismatiknya. Kalau saja tes TOEFL atau IELTS, beliau yang membacakan soal listening, mungkin saya bakal lebih mampu menjawab. Crystal clear sih. Dan nilai IELTS saya pun bisa lebih dari batas tuntas *hahah.. pembenaran*

Karena faktor suara tadi, eyang “Nelson Mandela” (begitu saya sering menyebutnya.. mirip sih) sering disuruh membawakan narasi. Semua line yang dibacakan olehnya punya arti yang dalam dan berkesan. Se7en, Bruce Almighty, Dark Night Trilogy, Now You See Me, dan tentunya film dengan rating IMDB tertinggi sepanjang masa, The Shawshank Redemption.

Dari pembahasan mengenai movie terbaru, Morgan Freeman, akhirnya mengarah ke Shawshank (disingkat jadi satu kata aja ya..) deh. Salah satu film paling berkesan yang pernah saya tonton. Apakah saya setuju kalau film ini jadi yang paling tertinggi di IMDB yang notabene salah satu web pemberi rating terbesar di dunia? Most likely, yes. Saya bakal memberi rating 10 dari 10 untuk film tersebut.. ahaha…

Pertanyaan berikutnya tentu mengarah ke “Apa sih yang spesial dari Shawshank?”

Aihh.. Baiknya tonton sendiri deeeh biar lebih berkesan :v

Tapi okelah salah satu poin yang sangat berkesan, yang membuat para penontonnya bakal sukarela memberi rating tinggi, adalah quote ini:

shawshank-redemption-quotes

Andy Dufresne, sang tokoh utama dalam cerita, dijerat hukuman penjara seumur hidup atas pembunuhan terhadap istrinya sendiri. In fact, dia tidak pernah melakukannya. Walau kondisi saat itu, unfortunately, menyudutkan Andy seolah-olah emang dialah pelakunya. Tragis.

Dalam sekejap Andy kehilangan istri, pekerjaan, nama, dan tentunya sisa waktu hidup yang mesti dihabiskan dalam kelamnya balik jeruji. Shock? Lebih dari sekedar shocking sih ini.

Tapi apa yang dilakukan Andy dalam penjara Shawshank inilah yang sangat menyentuh #warbyasa #khanmaen (haha.. sok kekinian). Alih-alih membiarkan dirinya jatuh dalam kekelaman dan penyesalan, dia terus berikhtiar tak kenal lelah.

Dengan cara…

Sampai akhirnya….

*ah, kalau itu diceritakan, mega spoiler namanya. hehe.. tonton gih ๐Ÿ˜‰ *

**

Sebagaimana Andy, dalam hidup kita mungkin bakal menemui persimpangan atau ujian yang membuat kita ultimate galau, stres, shocked. Tapi di satu titik paling desperate, di situlah kita akan kembali pada dua pilihan sederhana:

Get busy livin’ OR get busy dyin’

Perkara memilih tersebut mutlak pada diri kita sendiri. Ga peduli orang lain atau kondisi gimanapun. Does it hurt? Does it matter? Whatever…

Kita selalu punya pilihan untuk mulai menyibukkan diri pada kebaikan hidup kita. Mari ๐Ÿ™‚

Belanda, Negerinya Sepeda

Sepeda adalah salah satu hal yang sangat identik dengan Belanda. Bagaimana tidak, negeri Oranje ini punya populasi sepeda terbesar di Eropa. Dan karena benua lain cenderung males bersepeda, ya boleh lah kita bilang jumlah sepeda dan pemakai aktifnya paling banyak di dunia ๐Ÿ˜€

Emang begitu asiknya ya bersepeda di sini?

Kalau melihat harga bensin dan tarif parkir kendaraan bermotor di sini sih, ya sudah pasti naek sepeda itu asik banget. Murah meriah. Tapi ga asik lah ya kalau dikit-dikit menghubungkan keasikan dengan harga..

Lalu seberapa asik dong?

???????????????????????????????

Harus praktek secara langsung. Sepeda sudah siap, saatnya berkeliling kota Leiden untuk mencari musabab populernya bersepeda di Belanda. Let’s go! Baca Selengkapnya

Berdebu

Lama nian tidak ngeblog.

Debu dan sarang laba-laba di mana-mana.. Arrggggh……

Duh kasian sekali blog saya ini. Ditinggalkan pemiliknya sekian lama.

Sebenarnya tidak ada alasan yang kredibel (beuh.. bahasanya) dari saya untuk berhenti menulis. Walau begitu, saya tetap tak jua segera menulis. Tampaknya banyak sarang laba-laba juga yang di pikiran dan perasaan saya, belum lagi debu di jemari yang menimbulkan rasa sungkan untuk bersentuhan dengan tuts laptop dalam frame tambah tulisan baru. Aih, alibi.

Selama berbulan-bulan, apa tidak ada embun inspirasi yang mengelus lembut simpul ide saya? Ada. Tidak sedikit bahkan.

Waktu berlalu sekian lama, tiadakah update ilmu Islam maupun Teknologi? Ini juga ada. Beberapa kajian ilmu dan training sudah saya lakoni. Kenapa tidak dishare!

Ga pernah jalan-jalan dan olahraga lagi bro? Wuih, selepas petualangan di Sumatera, saya sudah merasakan lagi sejuknya udara Malang dan Bandung, pun sudah 2x mudik. Lebih dari setahun kegersangan nir-futsal (istilah apa ini..haha) juga sudah terhapus. Bagaimana mungkin itu tidak menjadi cerita..

Banyak hal yang melintas di pikiran justru membuat ruwet, tidak terurai dengan baik untuk dibagi. Kecenderungan saya untuk menulis benar-benar mesti urut kronologis (padahal random pun okay kan) juga membuat antrian makin menumpuk. Rasa malas pun datang makin menambah runyam. Aih, alibi.

Okey deh.. saatnya bersih-bersih debu dan sarang laba-laba di blog ini.

Semoga bisa segera konkret produktif lagi menghiasi blog ini dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat..

Bismillah ๐Ÿ™‚

 

 

One Day Bogor trip (1) : Stasiun Bogor

Mentari pagi baru saja muncul selepas saya menuruni kendaraan panjang beroda besi. Sinarnya melambai hangat, menuntun saya untuk ikut tersenyum tak kalah hangatnya. Lalu kaki pun melangkah menyusuri peron menuju pintu keluar. Di balik pintu itu, boulevard tergelar.. memadukan hangat mentari, antusiasme mereka yang menjadikan kendaraan umum sebagai sarana berjuang mencari sesuap nasi, alunan irama merdu dari para musisi, dan birunya langit hari ini.

Aih, betapa saya rindu akan perjalanan. Berjalan kaki menikmati tempat-tempat yang asri nan menyenangkan seperti ini. Kemudian saling berbagi cerita. Tentu saja itu lebih asyik dibanding bergulat dengan pekerjaan sebagai buruh newbie. Sampai kosan, tidur. Wiken capek lagi, tidur. Ahaha.. Tapi tak perlu mengeluh juga sih, toh saya sudah sampai di sini

Image

Stasiun Bogor. Wew, sudah sekitar 2 tahun sejak terakhir kali saya maen ke stasiun dengan beberapa hal yang exciting ini.. Makin menarikkah? Hmmm…

Wait. Emang apa hayo yang menarik dari stasiun ini? Baca Selengkapnya