Berdebu

Lama nian tidak ngeblog.

Debu dan sarang laba-laba di mana-mana.. Arrggggh……

Duh kasian sekali blog saya ini. Ditinggalkan pemiliknya sekian lama.

Sebenarnya tidak ada alasan yang kredibel (beuh.. bahasanya) dari saya untuk berhenti menulis. Walau begitu, saya tetap tak jua segera menulis. Tampaknya banyak sarang laba-laba juga yang di pikiran dan perasaan saya, belum lagi debu di jemari yang menimbulkan rasa sungkan untuk bersentuhan dengan tuts laptop dalam frame tambah tulisan baru. Aih, alibi.

Selama berbulan-bulan, apa tidak ada embun inspirasi yang mengelus lembut simpul ide saya? Ada. Tidak sedikit bahkan.

Waktu berlalu sekian lama, tiadakah update ilmu Islam maupun Teknologi? Ini juga ada. Beberapa kajian ilmu dan training sudah saya lakoni. Kenapa tidak dishare!

Ga pernah jalan-jalan dan olahraga lagi bro? Wuih, selepas petualangan di Sumatera, saya sudah merasakan lagi sejuknya udara Malang dan Bandung, pun sudah 2x mudik. Lebih dari setahun kegersangan nir-futsal (istilah apa ini..haha) juga sudah terhapus. Bagaimana mungkin itu tidak menjadi cerita..

Banyak hal yang melintas di pikiran justru membuat ruwet, tidak terurai dengan baik untuk dibagi. Kecenderungan saya untuk menulis benar-benar mesti urut kronologis (padahal random pun okay kan) juga membuat antrian makin menumpuk. Rasa malas pun datang makin menambah runyam. Aih, alibi.

Okey deh.. saatnya bersih-bersih debu dan sarang laba-laba di blog ini.

Semoga bisa segera konkret produktif lagi menghiasi blog ini dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat..

Bismillah 🙂

 

 

Mentari pagi baru saja muncul selepas saya menuruni kendaraan panjang beroda besi. Sinarnya melambai hangat, menuntun saya untuk ikut tersenyum tak kalah hangatnya. Lalu kaki pun melangkah menyusuri peron menuju pintu keluar. Di balik pintu itu, boulevard tergelar.. memadukan hangat mentari, antusiasme mereka yang menjadikan kendaraan umum sebagai sarana berjuang mencari sesuap nasi, alunan irama merdu dari para musisi, dan birunya langit hari ini.

Aih, betapa saya rindu akan perjalanan. Berjalan kaki menikmati tempat-tempat yang asri nan menyenangkan seperti ini. Kemudian saling berbagi cerita. Tentu saja itu lebih asyik dibanding bergulat dengan pekerjaan sebagai buruh newbie. Sampai kosan, tidur. Wiken capek lagi, tidur. Ahaha.. Tapi tak perlu mengeluh juga sih, toh saya sudah sampai di sini

Image

Stasiun Bogor. Wew, sudah sekitar 2 tahun sejak terakhir kali saya maen ke stasiun dengan beberapa hal yang exciting ini.. Makin menarikkah? Hmmm…

Wait. Emang apa hayo yang menarik dari stasiun ini? Baca Selengkapnya

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 77,000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 4 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Katanya sih kiamat

Hari ini 21 12 12. Banyak orang di seluruh penjuru dunia heboh. Katanya sih hari ini kiamat.

KI.. wait for it.. A.. wait longer.. MAT.. KIAMAT!!

**zzz…. hening….*

Oke, saya tau semua yang sempat baca postingan ini ga akan ada yang bilang “wow”.  Bodo amat lah ya, lha wong kita masih bernafas bernafas aja detik ini..

Maka dari itu saya heran adaaa aja fenomena yang dibuat oleh orang-orang di berbagai belahan dunia. Hanya karena kalender suku Maya habis (terus ngapain, tinggal bikin kalender baru.. gampang..), eh pada geger bukan maen.

Ada yang nyiapin bahtera khusus, ada juga yang bikin pesawat anti kiamat.

Ada yang naek gunung yang katanya suci, ada yang gali lubang bunker biar selamet.

Dan itu terjadi di negara-negara maju.. di mana tiap hari mestinya punya pemikiran modern. Tapi entah kenapa karena alasan irasional, mereka percaya-percaya aja.

kiamat 2012

Dibanding berheran ria dengan tingkah orang-orang di luar negri kaya di atas, saya lebih senang melihat tingkah orang-orang di dalam negri, Indonesia hari ini. apalagi kalau bukan yang rame di jejaring sosial.

Gimana ga ngakak kalau baca twit-twit kaya gini:

“bro kaga jadi kiamat nih. diundur, panitianya belum siap”

“selamat hari kiamat bagi yang merayakannya”

“ngarep hari ini adalah hari terjadi gigitan pertama zombie apocalypse”

“kiamatnya GMT +/- berapa sih kok belum nyampe sini”

tapi sengasal-ngasalnya twitter, masih kalah jauh sama tukang alay di facebook. sempet-sempetnya bilang

“h4Ri iNi kY4m4t y4ch.. pDhL aq kNgN b3Ud dy.. Cikiciki-bumbum”

Saya jadi ngebayangin kalau kiamat beneran orang-orang kaya gini kepikiran pertamanya nyempetin update status. Lalu nge-mention @infojkt @infobdg dll dan bikin hashtag. 😀

Apapun fenomena sosial yang disebabkan hari yang katanya kiamat ini, keep it easy aja deh..

Kalau kita bangun dan masi liat tembok atau langit-langit kamar, pastinya kiamat belum dateng. Kalau hari-H kiamat asli dateng, kita ga akan sempat nglakuin apapun, bertobat sekalipun.

Kiamat itu dekat. Kiamat itu kita kita ga bakal tau kapan datengnya. Dan kita ga ingin hidup sampai hari kiamat kan?

Visualize Our Dream!

Setiap orang berhak bermimpi. Dan setiap orang punya potensi besar untuk mewujudkan impiannya masing-masing.

Kita harus sepakat pada kalimat di atas. Ya, HARUS. Maka berkumpullah dengan orang-orang dekatmu, ceritakanlah impianmu dan dengarkan pulalah apa impian mereka. Jikalau engkau mendapati impian teman-temanmu berasa terlalu wah atau absurd, janganlah pernah sekalipun menertawakannya, merendahkan seakan yang diutarakan itu mustahil terjadi, dan membuat pesimis. Alih-alih begitu, mending beri mereka semangat dan bantuan sebisa kita, karena boleh jadi mereka jualah key player yang secara tidak langsung diamanahkan Allah SWT untuk membantu mewujudkan impian-impian kita. Pokoknya bersyukurlah kalau kita punya teman-teman yang punya impian besar.

Setelah itu, kembalilah pada mimpimu sendiri. Mimpi kita masing-masing. Sudah seberapa besar kita bermimpi? Setelah itu, apa yang sudah kita sibukkan untuk impian kita itu: sudah sibuk berusaha agar terwujud.. atau..  well, the absurd one,, kita justru menertawakan, merendahkan impian kita sendiri. Alih-alih memupuk harapan, justru rasa pesimis yang kita pelihara. “Rasanya koq ga mungkin ya kalo gini..”, “Mana bisa ane masih cupu gini..” bla..bla..bla..

Kenapa sih semangat kita dalam meraih mimpi bisa sebegitu down?

First, jelas karena kita kurang TINDAKAN. Terlalu banyak wasting time tapi kita baru nyadar.. seakan semua sudah serba terlambat.

Second, kita seringkali kurang VISUALISASI. Ketidakmampuan menggambarkan impian secara spesifik membuat impian itu mengawang-awang, terkesan tidak realistis dan makin absurd saja. Karena itu, di banyak buku motivasi kita disuruh menggambarkan apa sih yang sebenarnya kita inginkan, sedetail mungkin. Lalu menuliskan atau menggambarkannya di tempat yang sering kita lihat.. well motivated deh.

Gimana langkah detailnya? Duh. Saya juga baru belajar membuat visualisasi target-target saya agar makin jelas. Masih belajar. Tapi tak salahnya kan mengajak.. Yuk sama-sama…

Let’s visualize our dream!!

Ultimate Blue Sky

Sebiru hari ini.

Sungguh aku tak pernah benar-benar tahu kata apa yang pantas untuk menggambarkan keindahan warna langit. Indah? Cantik? Luar biasa? Kukira jauh lebih dari itu untuk mengungkapkannya. Entah sejak kapan aku mulai terkesiap akan langit. Mungkin sejak aku pertama melihatnya di gendongan Ibu. Atau saat aku mencoba menerbangkan layang-layang. Atau saat aku mulai bisa merasakan manis dan getirnya hidup. Entah.

Sebiru hari ini.

Hari yang cerah. Siang ini, Tuhan menghamparkan warna biru megah langit tanpa halangan satu pun awan. Benar-benar bersih. Aku bisa langsung melihatnya selepas membuka pintu rumah seperti yang biasa kulakukan. Benar bahwa aku ingin sekali memberi sebutan yang pas untuk langit. Memberi batasan kata-kata untuk keindahannya. Tapi dari apa yang kulihat hari ini, aku tak perlu lagi kepikiran hal itu. Tak mungkin memberi kata untuk langit selain menyebut asma-Nya.

Subhanallah.

Sebiru hari ini.

Bandung, 15 Juni 2012.

Dirgahayu Solo!!

Dirgahayu Solo!!
Dua hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Februari 2012, Kota Solo merayakan hari jadinya yang ke-267. Usia yang cukup sepuh bagi kota dengan nilai historis luar biasa ini. Yah walaupun saya tidak menuliskannya secara tepat hari-H, tapi semoga ga terlalu terlambat. Apalagi di beragam media, nuansa dirgahayu Solo masih cukup ramai..  🙂

Hmm.. sebenarnya saya bukan orang asli Solo. Saya lahir di Klaten dan tinggal di Kartasura. Tapi mengapa saya mesti sangat senang dan bangga akan hingar bingar kota Solo, serta turut mengucap Dirgahayu Solo? Mengapa kota Solo terasa sungguh spesial bagi saya? Tak lain tak bukan karena Solo adalah tempatku mulai bermimpi. Masa-masa indah menimba ilmu dari SD-SMA, semuanya di kota Solo. Bertemu teman-teman nan hebat dan pengalaman yang luar biasa.. Bahkan selepas merantau ke Bandung pun nuansa Solo tak pernah lepas dalam keseharian..

Yeah, semoga Solo makin nyaman dan berkesan aja deh.. Pakde Jokowi udah memimpin kota ini dalam jalur yang benar. Kota tertata sangat Berseri (Bersih, Sehat, Rapi, Indah — slogan Solo), kemodernan masih dibalut dengan nilai kebudayaan tinggi yang menjadi brand kota Solo. Oya, kabarnya XXI udah ada di Solo Square dan Trans Studio bentar lagi dibangun di Solo ya? Oke, gapapa paling ga ada fasilitas rekreasi tambahan, tapi semoga rakyat Solo bisa bijak deh, ga terbakar api konsumerisme hedonisme (haha.. bahasanya..)

Dirgahayu Solo!!

2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 22,000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 8 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

A Little Tribute To Muhammad Agfian Muntaha Adiantho

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT, karena sudah mengizinkan saya menulis dengan perasaan yang sangat riang kali ini. Walaupun saya memang suka menulis, tapi jarang menulis seriang  tulisan ini.

Berawal dari notification FB berisi link dari friend saya dengan judul yang amat menggelitik:

A Little Tribute To Ahmad Mushofi Hasan

tribut untuk saya? ahaha,, aya-aya wae.. absolutely crazy, but of course.. nostalgic and marvellous..

karena itulah saya mempersembahkan tribute balasan ini untuk my first best friend, Muhammad Agfian Muntaha Adiantho.

Yuph, saya dan Fian atau Om Pian (panggilan akrab saya untuk beliau :P) sudah saling kenal sejak lama, mungkin sejak di alam ruh. Oh, ga sebegitu juga dink. Yawda, agar terdengar lebih realistis, kami sudah berkenalan sejak balita, tepatnya semenjak kami akan menginjak bangku (maaf, maksudnya duduk di bangku.. sorry, we are always polite) Taman Kanak-Kanak (TK). Kami bertetangga, rumah masing-masing berada di gang yang sama di perumahan yang tentram damai, dengan jarak selemparan batu bermassa 3,14 gram.

Kehidupan TK kamu lalui bersama dengan sangat menyenangkan. Karena kami sama-sama punya background orang tua yang ahli bahasa Indonesia, jadi kami suka membaca (nyambung ga tuh?). Mungkin suka membaca, atau mungkin suka liat gambarnya, majalah BOBO jelas jadi favorit. Baca bareng, makan bareng, tidur bareng, diskusi bareng (auwah.. sebuah diksi yang megah tapi keterlaluan untuk menggantikan kata “ngobrol” masa anak-anak) entah di manapun tempatnya. Kami baru sadar setelah adzan maghrib kalau ternyata kita berbeda rumah, itupun taunya karena dijemput orang tua (lol). Saat PP ke TK dijemput becak pak Sukir sampai saat tamasya TK yang menyewa gerbong kereta ke Wonogiri, kami selalu duduk berdampingan. Luar biasa mesra. Coret kata homo, kami hanyalah anak kecil polos yang sangat akrab.

Setamat TK, kami melanjutkan ke SD yang berbeda. Saya di SD negeri, Fian di SD islam swasta. Biar pandangannya luas, ntar bisa sharing SWOT masing-masing suasana SD kan (wow!). Tapi kita masih sama-sama kok, yakni TPA bareng di MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) Syarif. Ketahuilah, ini aib yang mengagumkan.. Karena masuk kelas di saat sudah hampir ujian akhir dan di saat Jiraiya sedang jago-jagonya (ups), akhirnya untuk pertama dan terakhir kalinya kami merasakan: Tinggal kelas!! Ya, ini nyata. Apa yang kami rasakan? Oh, biasa saja. Terus melangkah dan akhirnya dengan usaha, doa dan pedang cahaya kemilau, kami membuktikan bahwa tinggal kelas itu hanya dramatisasi saja.

Di SD ini kami mengenal video game (Nintendo, PS) dan internet. Untuk yang pertama Fian tau lebih dulu. Yang kedua saya memang tau lebih dulu. Tapi tetap saja, kalau maen Nintendo atau ke warnet, ya bareng-bareng lagi. Ngenet ampas dengan buka MiRC dan situs ngakak.net (sekarang jadi ketawa.com). Yah,paling ga kita tahu betapa menyenangkannya internet. Termasuk akhirnya untuk sama-sama blogging seperti ini.

Sewaktu SMP dan SMA, sekolah kami lagi-lagi berbeda. Tapi tak masalah karena masih ada pemersatu kita, tak lain tak bukan adalah BOLA. Baik tabloid BOLA, maupun maen bola di lapangan gedhe. Tentu saja saya berterima kasih sekali pada Fian karena dia langganan tabloid BOLA, sehingga rasa haus saya akan info sepakbola bisa terobati tanpa keluar uang. Bahkan sering saya sudah baca semuanya duluan sebelum yang berlangganan membaca lho. Hehe.. Dan saya sangat berterima kasih pada Fian, karena entah dalam faktor sekecil apa, kegilaan saya akan sepakbola turut andil juga “melontarkan” saya ke ITB, dan semoga juga ke Eropa. Amin.

Wew.. sekarang kami sudah berpencar demikian jauh ternyata. Saya di Bandung dan Fian di UGM Jogja. Tidak banyak waktu untuk ketemu langsung. Tapi dengan internet, yang kami mulai nikmati dengan konyol dulu, silaturahmi masih ada. Dari FB maupun blog. Bloggingnya.. tulisannya.. yuph, memang punya darah penulis hebat dia. Dengan duluan blogging, dan saya baca post-postnya, saya yang seringnya serius ini belajar untuk menulis dengan gaya serenyah mungkin. Termasuk tulisan ini, murni terdorong karena tulisannya.

Hey Fian, Om Pian, :-D.. thanks to the crazy little thing called “Tribute” 😛

dan tentunya menemani dalam 2 hal sangat menyenangkan bernama “internet” dan “sepakbola”

Sejak kecil sampe sekarang emang kamu paling bisa bikin hal-hal seru… benar-benar jago… haha

Always be better and better.. Sampai akhirnya kita bisa membuktikan lagi kalau hal2 buruk di masa lalu hanya “dramatisasi” saja..

I hope success and Allah will always be with you, too… 🙂

 

*Seperti saat kita lari keliling perumahan dengan seragam tapak suci yang merah menyala, dengan senyum penuh kemenangan hati kita berkata, “WE CAN RUN!”