Kultum Subuh 3- Masjid Al-Hidayah Kebonkembang

3 Ramadhan… Alhamdulillah sahur hari ini terasa lebih tasty karena sahurnya di kantin Jamboe, salah satu kantin terenak dan termurah yang pernah saya temukan di Bandung.. Hoho..

Sama seperti hari sebelumnya, sholat dan kuliah Subuh hari ini, saya di masjid dekat kosan, Al-Hidayah.

**

Dalam khutbah Subuh ini, terasa sedikit deja vu. Khotib membacakan hadits HR Ibnu Khuzaimah yang pernah dibacakan pula pada Tarawih 1 di Masjid Salman serta HR At-Tabrani saat Tarawih 3, juga di Masjid Salman.

Selanjutnya adalah keistimewaan bulan Ramadhan yang sangat banyak. Di antaranya adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan maghfiroh, bulan yang ada Lailatul Qadr, dan banyak keistimewaan lainnya.

Akan sangat merugi jika bulan suci nan istimewa ini tidak dapat kita manfaatkan untuk beramal sebaik-baiknya. Semoga kita semua dapat mencapai ketakwaan sesuai tujuan shaum Ramadhan.

Bismillahirrahmanirrahiim…

Kultum Subuh 2- Masjid Al-Hidayah Kebonkembang

2 Ramadhan.. alhamdulillah kembali dapat terbangun dan menikmati kemudahan dalam sahur…

Lanjut untuk hari ini, sholat dan kuliah Subuh di masjid dekat kosan, yakni masjid Al-Hidayah di jalan Kebonkembang. Imam dan khotibnya Pak Asep Rodhi, ulama dan tokoh masyarakat yang terkenal di sini. 🙂

**

Dalam khutbah Subuh, khotib (Pak Asep Rodhi) menyampaikan analogi puasa berdasar teknologi yang sering kita pakai sehari-hari, yakni seperti mencharge handphone (HP) atau seperti mengisi bahan bakar di POM bensin.

Analogi tersebut berarti bahwa kita punya pilihan untuk mengisi full, mengisi hanya setengah-setengah, atau bahkan tidak mengisi. Mengisi baterai full atau mengisi full tangki bensin, serupa dengan pencapaian ketaqwaan. Ingat bahwa saat kita mengisi full, maka baterai/bensin yang kita pakai terasa (dan memang) lebih awet. Lebih tahan lama. Sementara jika kita mengisi hanya setengah-setengah, maka besar kemungkinan di bulan berikutnya (selepas Ramadhan), cepat pula habis kesadaran kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Terlebih kalau memilih tidak mengisi (yang benar saja!). Hal yang tentunya tidak kita harapkan karena kita berharap dengan shaum Ramadhan kita bisa benar-benar berubah jadi insan yang bertaqwa.

Demikian isi khutbah yang singkat tapi mengena tersebut. Semoga kita dapat mengisi Ramadhan semaksimal mungkin menuju ketaqwaan.. Bismillahirrahmanirrahiim..