Akhirnya, Maen Bola Lap Gedhe Lagi..

Jum’at 13 Agustus 2010

Akhirnya, maen bola lapangan gedhe lagi… Sudah luama banget ga maen, terakhir kali maen mungkin kelas 2 SMA, di Estadio Manahan Solo, waktu tanding IPA vs IPS sebagai pembuka acara final Smansa Cup.  Padahal waktu kecil dulu, tiap ahri maen bola, biasanya sehabis TPA di lapangan rajawali depan pondok Shobron, atau tiap ba’da shubuh kalau Ramadhan. Bagaimanapun, bermain olahraga paling populer di dunia ini sangat menyenangkan, walau mulai sangat jarang tersalurkan di lapangan yang ‘semestinya’. Terlebih dengan ngetrennya futsal, jadi berpindah dari lapangan gedhe (lapangan ‘semestinya’) ke lapangan mini buat futsal.

Nah kemarin maen di lapangan gedhe dalam rangka apa? Hmm… karena.. ada ajakan untuk latihan HME, persiapan menuju olimpiade ITB. Oke, menarik sekali. Walau puasa, ya sekalian ngabuburit lah. Asyik asyik.

Well, setelah berkegiatan di kampus sampai sekitar jam 16.00 WIB, saya berangkat ke lapangan tempat pertandingan, Secapa TNI, naek mobil Aldy, teman saya, bersama dengan 3 teman lainnya. Sebentar saja sudah sampai, lha wong dekat banget sama gerbang belakang kampus. Paling hanya mengitari Sabuga, sekitar Cihampelas dan Cipaganti, lalu naek ke atas dikit. Lapangan yang dipakai, karena milik TNI, jadi terawat dan relatif lebih bagus dari lapangan umum (dulu waktu di Solo juga lapangan paling bagus milik TNI, yakni Yonif dan Brigif). Karena letaknya di atas bukit, jadi viewnya mantap banget. Eh eh, ini mau cerita wisata atau olahraga? Hehe.. back to the topic.

Pemanasan dimulai ala kadarnya seperti kalau pemanasan di pelajaran olahraga, lalu keliling lapangan 3x (ga usah banyak2, puasa..). Setelah itu langsung dibagi tim, yang kebetulan bisa pas tanding 11 vs 11. Saya berada di tim yang mayoritas angkatan 2008, melawan tim yang mayoritas angkatan 2007. Bermain di posisi favorit saya, DM (Defensive Midfielder), jangkar permainan yang sekarang lagi tren berkat sukses besar si jenius Andrea Pirlo, sampai saat ini era Sergio Busquets dan Bastian Schweinsteiger. Di posisi ini saya dapat bola terus lah, baik dari bek maupun potongan serangan lawan. Tapi karena maen pertama, masih belum terbiasa, jadi passing saya belum bisa seperti Xavi Hernandez (maen maksimal juga ga mungkin bisa dink). Kontrol alur bola payah. Yah, harus banyak latihan lagi.

Setelah bermaen selama sekitar 30 menit, lalu lanjut sesi tanding kedua, tim diacak lagi dan kali ini saya dapat posisi wingback kanan. Posisi yang identik dengan Maicon dan Dani Alves. Tapi saya di sini hanya menunggu di zona belakang saja, tidak melakukan overlap sama sekali karena keterbatasan stamina. Puasa..puasa.. Hehe.. Laga berlangsung cenderung monoton, tanpa pola (disinyalir karena lama ga latihan dan banyak newbie alias muka baru). 0-0 lah.

Pertandingan selesai menjelang adzan Maghrib. Evaluasi sebentar dan sesaat kemudian terdengarlah adzan Maghrib. Dan kocak parah lah. Ga ada yang bawa makanan buka!! Bawanya cuma air minum, 1 botol Nu Green Tea buat ber-25. Mantap jaya!! Benar-benar melatih stamina. Haha.. Untung saja, dari lapangan ini tinggal turun dan belok dikit sudah sampai kampus. Jadi masih kuat lah. Saya saja selanjutnya masih bisa menjalankan agenda tarawih keliling (hoho..). Well, maen bola lapangan gedhe untuk ngabuburit.. Melelahkan, tapi asyik banget..

Kapasitas Stadion Liga Inggris

Sehabis ngepost yang berhubungan dengan Liga Inggris, tangan ini jadi gatal lagi untuk menulis hal yang sama. Kalau sebelumnya mengenai fantasy football, kali ini tentang kapasitas stadion yang akan digunakan oleh tim-tim Liga Primer 2010-2011.

Siapa yang tahu stadion termegah yang dimiliki klub Liga Primer Inggris? Yah, sepertinya semua penggila bola juga sudah tahu. Ini nih gambarnya.

OLD TRAFFORD. Stadion termegah dan termewah milik Manchester United. Berapa kapasitasnya? Sangat besar, 75.957. Jumlah yang menakjubkan untuk stadion berkursi seperti bioskop.

Menyusul di peringkat kedua adalah stadion baru Arsenal, Emirates Stadium, dengan kapasitas 60.355 penonton. Ikut berada di 5 besar adalah St James Park (Newcastle, 52.387), Stadium of Light (Sunderland, 49.000) dan City of Manchester (Man.City, 47.726). Melengkapi 10 besar ada Anfield (Liverpool, 45.522), Villa Park (Aston Villa, 42.788), Stamford Bridge (Chelsea, 40.158) dan White Heart Lane (Totenhamm, 36.310).

Semua tim besar dan underdog sudah tersebutkan di 10 besar. Indikasi makin besar kapasitas stadion, semangat bermain lebih besar sehingga kejayaan lebih dekat? Hmm.. may be yes may be no. Mungkin di stadion-stadion berikut bakal muncul beberapa kejutan:

Upton Park (West Ham, 35.303), Ewood PArk (Blackburn, 31.367), St.Andrews (30.079), Molineux (Wolves, 29.303), Reebok (Bolton, 28.723), Britannia (Stoke City, 28.383), Hawthorns (WBA, 28.003), DW Stadium (Wigan, 25.138) dan Bloomfield Road (Blackpool, 12.555)

Sekedar iseng, kalau stadion besar Indonesia dimasukkan ada di peringkat berapa ya? Check this out!

Gelora Bung Karno, stadion utama tanah air, berkapasitas 88.083 (renovasi 2007, awalnya 100.800). Melebihi Old Trafford!! Tapi kalau dibanding stadion utama timas Inggris, Wembley, Senayan masih kalah karena kapasitas Wembley 90.000 penonton.

Stadion final Smansa Cup kebanggaan publik Solo, Manahan, berkapasitas 35.000. Bisa berada di peringkat 12! Lumayan.. Sedangkan stadion-stadion baru buatan abad 21 seperti Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Sriwijaya (Palembang) dan Maguwoharjo (Jogja) bisa menempati peringkat 9.. Wow.. Patut dibanggakan walaupun kapasitas stadion Liga Inggris relatif kecil sebenarnya karena mengutamakan faktor kenyamanan… pada akhirnya, yah begitulah kapasitas stadion Liga Inggris..

Oya, satu lagi hal unik. Ada klub Liga Primer yang ‘dengan rendah hati’ memakai stadion yang kapasitasnya (12.555) bahkan lebih rendah dari Stadion Sriwedari Solo (12.750)! Yuph, Blackpool.. Menarik bukan bila klub-klub besar nantinya takluk di sana?