Arsip Tag: cinta

Jejak Umroh: Uhud, Dicintai dan Mencintai Madinah

Uhud. Begitulah nama arsitektur alam berwarna kemerahan nan megah itu.  Banyak yang menyebutnya gunung, tak sedikit pula mengucap bukit. Saya sendiri lebih condong menyebutnya sebagai bukit mengingat ketinggian “hanya” 1050 meter (atau ketinggian segitu udah bisa disebut gunung?). Aih, tak perlu berlama dengan perbedaan penyebutan yang sebenarnya ga jauh beda, karena disebut gimanapun, Uhud selalu bersikap sama

Sesungguhnya Uhud adalah satu gunung/bukit yang mencintai kami dan kami juga mencintainya (HR Bukhori- Muslim)

Inilah bukit penuh cinta. Begitu sabda Rasulullah SAW pada jabal gerbang menuju Madinah ini. Bukit yang dicintai penduduk Madinah karena kemegahannya dapat menghambat musuh menyerang langsung ke kota. Sebaliknya sang bukit mencintai para penduduk Madinah karena alunan dzikir yang tak henti, tak pernah membiarkannya seorang diri menyebut asma Allah. Agaknya sang bukit makin bersemu merah tatkala kata yang mirip namanya,”Ahad”, tersebut dalam jumlah tak terbilang tanda pengakuan keagungan Penciptanya Yang Maha Esa. Pun saat laku para pejuang yang terangkum dalam satu kata yang juga mirip namanya, “Jihad”.

Uhud, Ahad, Jihad.

jabal uhud

Jabal Uhud. Kemegahannya dilihat dari arah Jabal Rumat

Pernah suatu ketika Uhud berguncang ketika 4 orang ahli surga datang. Tak lain saat Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar dan Utsman menaikinya. Sebelum Rasulullah menghentakkan kaki dan menenangkan Baca Selengkapnya

Hey Edelweis

Hey edelweis, seindah apakah engkau?

Orang-orang membicarakan segala kelebihanmu. Kata mereka, engkau bunga cantik nan abadi. Aku sendiri jarang mendengarkan kata-kata orang. Tapi entah mengapa kali ini hati kecilnya justru menggumamkan bahwa engkau lebih indah dari yang mereka bicarakan. Aneh.

Hey edelweis, apakah engkau di puncak sana?

Ah, megahnya gunung ini.. Rasa lelah sudah melandaku bahkan saat ini aku baru sampai lerengnya. Ingin rasanya aku berhenti saja mendakinya.. Ya, aku akan berhenti kalau saja pertanyaan tentangmu hey edelweis, dan juga bayangan indah matahari di puncak sana tak merasuki lagi pikiranku. Baca Selengkapnya

Jadi ini bisikan alam..

Jadi ini bisikan alam…

Yang bukakan tirai kabut untukku

Tuk lihat sejenak sang edelweys

Jadi ini bisikan alam…

Sebentar saja aku boleh sekedar melihat

Dan hujan pun turun, dengan dinginnya menahan

Jadi ini bisikan alam..

Ia takkan datang menjemput

Tapi kenapa ku masih termangu?

Jadi ini bisikan alam…

Melangkahlah.. Naiklah…

Ya, aku akan ke sana

Menuju puncak

Pidato Inspiratif Steve Jobs (2)

[Lanjutan dari bagian 1]

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz (Steve Wozniak) dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

 

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaikyang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itumengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

 

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan sayakembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.