Arsip Tag: film

Dua Movie yang Baru Ngehits

Rehat dari dunia pertesisan. Biasanya kalau lagi jemet dan pengen rehat, saya sukanya nonton movie. Alhamdulillah di Belanda inetnya kenceng buat download dan bisa norrent bebas. Tinggal tunggu versi HD muncul, unduh via torrent, tonton, dan hapus lagi biar ga menuh-menuhin harddisk. Bahkan streaming juga oke. Nggaya ya.. padahal di Indonesia, harddisk eksternal sampai penuh movie karena sungguh penuh perjuangan ngedapetinnya, baik dikarenakan kecepatan koneksi, bayar kuota ataupun mesti menemui teman yang punya reputasi sebagai bandar film. Haha.

Anyway, saya udah cukup lama nih ga nonton movie nih. Udah dua bulan lebih kayaknya, sampai lupa terakhir nonton film apa. Kayaknya Revenant, karena pengen tau gimana Leo di Caprio akhirnya dapat Oscar (akting doi oke, tapi storyline filmnya boring abis.. lebih tepatnya, not my cup of tea). Jadi movie yang baru hits apa nih?

Kalau melihat di linimasa socmed, sepertinya “Captain America: Civil War” dan “Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2” ya? Wih diliat dari genrenya, dua-duanya supermenarik. Jelas both are my cup of tea (genre kesukaan saya). Karena dua film itu rilis di bioskop hampir bersamaan, banyak teman saya yang posting preferensinya pilih nonton yang mana duluan. Teman-teman pada nonton yang mana dulu ni?

Eh ini jadi inget juga kalau saya luamaaa sekali ga ke bioskop. Saya belum pernah nonton bioskop di Belanda (mahal! males, mending norrent). Waktu mudik summer kemarin saya juga ga ke bioskop. Jadi bisa dikatakan terakhir nonton tahun 2014, yang sudah lupa pula nonton apaan. So, di antara dua trending movie itu, seandainya saat ini juga saya mudik ke Indonesia, bakal pilih nonton mana duluan yaa?

Hmmm.. Ga perlu pikir panjang untuk pilih AADC2!! Obvious reason: Diandra Paramita Sastrowardoyo is the most beautiful actress of all time! Oke bukan itu sih, tapi dasarnya emang penasaran setelah 14 tahun (wew, really? 14 tahun itu suwiiii..), salah satu film terbaik Indonesia ini gimana kelanjutannya, makin bikin baper kaga (ngeliat trailernya udah baper sih.. hahaha). Tapi, sebagai fanboy Marvel superhero, ga mungkin saya melewatkan film yang di dalamnya ada tiga superhero favorit: Spiderman, Iron Man, dan Captain America. Ini movie pasti epic parah. Pasti. Pun seperti kecantikan Dian Sastro, adegan action di Captain America:Civil War ga akan bosan diliat. Khusus film action, emang lebih yahud nonton di bioskop. Jadi kalau ditanya pilih yang mana duluan, saya bakal bilang: nonton AADC2 dulu, setelah itu nonton CACW dua kali.

Ngaco. Berapa duit itu nonton 3x. Yah, namanya juga seandainya. Ahaha.

Terus waktu postingan ini ditulis, tiba-tiba ada whatsapp dari babe

aadc bunda babe

Whaaat.. Bunda dan babe nonton AADC2…!! Demi apah.

Unyu sih. Hihihi.

 

Iklan

Taare Zameen Par (Seperti Bintang di Bumi)

Weekend kemarin, rehat bentar buat nonton film2 jadul. Kali ini film India.. chayya chayya.. Hmm.. sebenarnya saya ga begitu suka film Bollywood, tapi karena ada “3 idiots” yang merupakan film terbaik yg pernah saya lihat itu,, jadi sedikit banyak tertarik. Dan cari film yang dibintangi si Rancho/Punsukh Wangdu (Aamir Khan). Pernah liat Ghajini, oke banget. Di situ Aamir masih jadi pemeran utama. Tapi terus ketemu film satu lagi, kok sekelas dia jadi aktor pendukung. Aneh juga… Oww,, ketemu jawabnya. Ternyata dia merangkap jadi produser dan sutradara. Dan mungkin saking selektifnya, film yang ia bintangi bagus-bagus banget. Tak terkecuali satu ini, “Taare Zameen Par”, yang bisa saya bilang “3 idiots” versi anak-anak…

**

Seperti Bintang di Bumi. Dari judulnya apa nih yang bisa ditangkap? Udah kebayang gimana ceritanya? Kayaknya belum ya.. Oke, saatnya bercerita, kenapa kok saya menyebutnya “3 idiots” versi anak2..

Once upon a time (biasanya cerita ada awalannya itu..hehe..)

Di sebuah sekolah, setingkat SD lah, ada anak lucu berwajah mirip Kipli/Ronaldinho, namanya Ishaan. Si Ishaan ini punya jalan pikir yang berbeda dengan teman2nya. Hmm.. sebelum melihat perbedaannya di bangku sekolah, di situ ditunjukin dulu bagaimana dia menangkap ikan cetul di peceren (selokan maksudnya), untuk kemudian dibawa dan dimasukkan di akurium kecil rumahnya. Then, di sekolah, nilainya kacau balau. Hampir semua pelajaran tidak mendapat nilai (0). Bahkan saat ulangan matematika (banyak soal), ia cuma sempat jawab 1 untuk pertanyaan no 1 (3×9 = ..), itu pun ia menjawabnya 3!!

Suatu kejanggalan di keluarga Ishaan karena kakaknya (dia 2 bersaudara) justru selalu menjadi bintang kelas. Semua pelajaran dapat nilai teratas, kecuali 1 (lupa pelajaran apa), itupun ia terbaik kedua. Dari kesehariannya emang kakaknya keliatan kalau bintang kelas. Ibunya tidak memperlakukan anaknya dengan berbeda, tapi si Ishaan emang terkesan bandel dan malas. Membuat ibunya khawatir, dan ayahnya marah besar.

Karena banyaknya komplain atas kebandelan dan “kebodohan” Ishaan, maka bapaknya memutuskan untuk mengirim Ishaan ke sekolah asrama, jauh dari rumah. Ishaan menolak, pokoknya ga mau. Ibunya juga berat hati. Tapi bapaknya kukuh dan Ishaan pun ‘terpaksa’ sekolah di asrama. Dan scene bagian ini mengharukan banget lah.. Bikin menitikkan air mata pokoknya… (Buktikan sendiri dengan menonton filmnya.. hoho)

Di sekolah baru itu, Ishaan masih saja dimarahi habis-habisan oleh guru-gurunya karena sering melamun tak memperhatikan pelajaran dan tak pernah bisa menjawab dengan tepat. Pada suatu hari, ada guru yang pergi dan digantikan sementara oleh pak guru Nikumbh (Aamir Khan). Di sinilah si “Rancho” mulai mendapati kejanggalan pada diri Ishaan, sepertinya muridnya itu tertekan sekali. Juga akan keanehannya dalam menjawab soal.

Akhirnya, ia menemukan bahwa jawaban Ishaan sebenarnya punya pola. Hanya saja salah menuliskan. ‘b’ justru tertulis ‘d’, ‘s’ jadi ‘z’, dll. Jadi ada kelainan yang disebut “dyslexia”, tidak bisa membedakan dengan baik bentuk, ukuran dengan tepat, jadi teramat kesulitan untuk membaca dan menulis. Sayangnya banyak orang, termasuk orang tuanya sendiri, yang tidak tahu dan mencapnya “idiot”.

Nikumbh mendatangi orang tua Nikumbh dan menjelaskan tentang ‘kelainan’ dalam diri Ishaan. Tapi bapaknya masih belum percaya. Ia juga berusaha meyakinkan kepala sekolah untuk memberi ujian lisan saja pada Ishaan, sambil menunggu ia mengajari Ishaan untuk membaca dan menulis dengan benar. Ilmu pengetahuan, entah itu tertulis atau lisan, tetaplah juga pengetahuan. Dan Ishaan berhak untuk dipahami.

Di sekolah juga diadakan momen lomba melukis, semua warga sekolah boleh ikut. Hadiahnya, lukisan sang pemenang akan dijadikan cover buku sekolah. Pak guru Nikumbh sebenarnya sangat mengharapkan momen ini dapat membuat semua orang terbuka matanya bahwa Ishaan “BISA”. Ia potensial, ia punya bakat. Tapi ditunggu si Ishaan tak kunjung datang. Ia sudah meninggalkan asrama sebelum orang2 bangun tidur.

Tak dinyana, Ishaan akhirnya datang. Ia pun mulai melukis (sebenarnya hobi dari kecilnya emang menggambar/melukis, tapi karena ia terlalu banyak dihina/dimarahi jadi ‘mutung’ dan juga meninggalkan hobi menggambarnya). Gambarnya.. wow..

Dan diumumkanlah sang pemenang…

Siapa? Yah, tebak saja sendiri.. Hoho..

**

Demikianlah. Seperti ‘3 idiots’, ada sistem pendidikan yang disindir di sini. Jangan kaku, jangan keburu merendahkan orang, terlebih anak kecil. Putarlah sedikit sudut pandang. Sebenarnya bukan hanya untuk sistem pendidikan sih, tapi juga cara pandang kita terhadap orang lain yang ‘berbeda’. Setiap orang sebenarnya punya potensi besar, setiap anak belajar dengan caranya masing-masing. Mereka seperti bintang di bumi.

Source Code.. Excellent Thriller…

Lama tidak menonton film, dan karena malam kemarin koneksi internet di kosan sedang down parah, maka menyempatkan diri dulu untuk menikmati film yang katanya (ya sebelum saya nonton) keren dan membuat penasaran.

Film ini judulnya Source Code. Rilis 11 Mei 2011, jadi masih cukup fresh lah ya? Genrenya, favorit saya: Sci-Fi Thriller. Namanya thriller, adegan penuh tekanan, tensi tinggi, berpacu dengan waktu, rasa penasaran jadi elemen utama yang sangat menarik. Dan apa alur yang biasa di film thriller? yuph, menggagalkan rencana kejahatan atau mengungkap tabir kriminal, entah bagaimana caranya. Di film ini, dengan aspek science, dengan metode unik modern yang disebut “Source Code”. Metode di luar akal sehat, yang.. ah, unik banget lah… Ini coba saya buat reviewnya… Check this out!

***

Seorang cowo bernama Colter Stevens (diperankan Jake Gyllenhaal yg terkenal lewat “The Day after Tomorrow” dan “Brokeback Mountain”), pilot kapten pesawat tempur AS dengan misi Afghanistan, tiba-tiba terbangun di suatu kereta api, di depan cewe bernama Cristina Warren (diperankan Michelle Monaghan). Si cewe mengenalinya sebagai Sean Fertress, di mana si cowo sendiri asing dengan dia dan ia bingung dengan identitasnya dan kenapa tiba-tiba ada di kereta api. Saat ia masih kebingungan, selang 8 menit, meledaklah kereta itu. Hancur.

Sesaat kemudian adegan beralih ke sebuah bunker. Cowo yang sama (Colter Stevens) terbangun di sebuah bunker. Ia meraba keadaan sekitarnya saat sebuah monitor di depannya menyala, menampilkan kapten AU Coleen Goodwin. Ternyata si kapten Stevens sedang diberi misi mencari pelaku pengeboman kereta api yang baru saja ditumpanginya (mencari pelaku pengeboman saat ia sendiri hancur oleh ledakan KA? hmm..). Menemukan si bomber sangat penting karena akan ada bom susulan di Chicago selepas bom yang meledakkan KA itu. Ia akan masuk sebagai Sean Fertress, salah satu korban ledakan KA, dan memulai menelusuri dalam waktu hanya 8 menit untuk menemukan bomber. Anda mulai bingung dan penasaran? oke, bahkan kapten Stevens juga masih bingung.

***

Di saat seperti ini saya malah merasa lebih baik dipotong sampe situ saja ceritanya. Ga asyik kan kalau thriller yang penuh aksi menegangkan dan membuat penasaran sudah diceritain banyak? Hehe

Nah, yang ingin saya tulis di sini mengenai salah satu hal paling menarik dari film itu, tak lain tentu sesuai judulnya. “Source Code”. Jangan keburu mengira ini tentang algoritma spesifik,, saya sendiri sudah bete dengan algoritma struktur data (all stroke death) di kampus.Haha

Source Code yang dimaksud di sini adalah.. hmm, gimana jelasinnya ya buat yang belum nonton filmnya…

Gini deh, di ceritanya itu kapten Stevens tertembak jatuh pesawatnya di misi Afghanistan. Bagian tubuhnya hilang separuh, hanya tinggal perut ke atas. Tubuhnya bisa dikatakan “mati”, tapi tidak dengan otaknya. Nah si otak disinkronkan dengan otak Sean Fertress korban ledakan KA, sehingga bisa masuk suatu memori masa lalu yang istilahnya alternate reality. Kalau bagi anak elektroteknik, ya seperti kapasitor yang bisa menyimpan energi listrik sementara sebelum mati. Batas kapasitas si otak hanya 8 menit, jadi orang yang kondisinya seperti kapten Stevens, bisa masuk ke alternate reality dan mengambil info dari situ.

Kejadian yang telah terjadi akan tetap terjadi. Jadi kereta api yang meledak, hancur dan menewaskan seluruh penumpang ga akan kembali lagi setelah apapun yang dilakukan kapten Stevens selama 8 menit masa lalu (alternate reality). Manfaat penting dari masuk alternate reality adalah bisa menghimpun info masa lalu, dalam case ini siapa sih sebenarnya bomber KA-nya dan apa yang akan dilakukan si bomber setelah itu. So, teror berikutnya setelah teror KA bisa dicegah sebagai hasil didapatnya info tersebut.

Benar-benar menarik, ide yang fresh. Plusnya, bisa cukup membantu mengungkap tabir kejahatan. Bisa ngga ya ntar kesampaian di dunia nyata mengingat teknologi berkembang sedemikian pesat? Entahlah. Yang jelas, secara subjektif, saya cenderung tidak setuju dengan metode ini. Kenapa? Otak orang sekarat dieksploitasi habis-habisan, dan orangnya dibiarkan “nggantung” antara hidup dan mati. Hmmm… tapi ga tau juga klo benar terjadi pada kehidupan manusia. Sekarang aja faktor kemanusiaan lebih banyak diacuhkan, dan banyak yang lebih memilih kepentingan sendiri atau golongan. Yah, begitulah… bagaimana pendapat Anda?

Yang jelas,, Source Code.. Excellent Thriller…