Arsip Tag: Jakarta

Ikutan Earth Hour 2014

Gimana rasanya kalau kita baru asik-asiknya bermalam minggu ria, entah nonton TV bareng keluarga, kulineran, hangout bareng sobat, atau apel ke rumah pacar kayak ente punya aja  terus tiba-tiba disuruh madamin lampu selama 1 jam lamanya?

Lampu? Ya, lampu. Stop penerangan. Gelap-gelapan

Sejam? Iya, cukup sejam doang di waktu primetime, 20.30-21.30. Sejam doang kok

Doang? Helloo.. yang bener aja, ini primetime malam minggu!

Sebagian (besar) orang, mematikan lampu 1 jam saja di Sabtu malam.. adalah disaster

**

Benar. Saya sedang membuka topik mengenai Earth Hour. Malam ini aksi massal untuk rame-rame memadamkan lampu secara massal dari jam 20.30-21.30 akan kembali dilakukan. Jakarta, kota domisili saya, akan bergabung bersama lebih dari 7000 kota di berbagai negara di seantero bumi untuk hal satu ini.

Penampakan kurang lebih bakal kayak gini :

jakarta earth hour

Earth Hour ini menarik. Tak lain karena sifatnya yang mengajak untuk PEDULI. Bahwa udah begitu besar konsumsi listrik kita, dengan banyak di antaranya nyala untuk hal yang kurang produktif, tanpa sedikit pun upaya untuk menghemat. Juga buat masyarakat sadar tentang polusi cahaya di sekitar. Udah susah loh liat indahnya bintang di langit malam. Ini karena intensitas cahaya yang dipancarkan oleh alat elektronik buatan manusia (terutama industri) yang udah keterlaluan kuantitasnya.

PEDULI kalo kita semua, sadar atau ga sadar, udah bikin bumi ini udah makin ga sehat aja.

Earth Hour ini sendiri sifatnya ANJURAN. Tenang buat yang baru bermalam mingguan ria, aksi ini ga melobby PLN untuk serta merta mematikan listrik secara total di suatu daerah kok. Baca Selengkapnya

One Day Bogor trip (1) : Stasiun Bogor

Mentari pagi baru saja muncul selepas saya menuruni kendaraan panjang beroda besi. Sinarnya melambai hangat, menuntun saya untuk ikut tersenyum tak kalah hangatnya. Lalu kaki pun melangkah menyusuri peron menuju pintu keluar. Di balik pintu itu, boulevard tergelar.. memadukan hangat mentari, antusiasme mereka yang menjadikan kendaraan umum sebagai sarana berjuang mencari sesuap nasi, alunan irama merdu dari para musisi, dan birunya langit hari ini.

Aih, betapa saya rindu akan perjalanan. Berjalan kaki menikmati tempat-tempat yang asri nan menyenangkan seperti ini. Kemudian saling berbagi cerita. Tentu saja itu lebih asyik dibanding bergulat dengan pekerjaan sebagai buruh newbie. Sampai kosan, tidur. Wiken capek lagi, tidur. Ahaha.. Tapi tak perlu mengeluh juga sih, toh saya sudah sampai di sini

Image

Stasiun Bogor. Wew, sudah sekitar 2 tahun sejak terakhir kali saya maen ke stasiun dengan beberapa hal yang exciting ini.. Makin menarikkah? Hmmm…

Wait. Emang apa hayo yang menarik dari stasiun ini? Baca Selengkapnya

Syarat dan Tips Mencari Kosan yang Ideal di Jakarta

Okey, tulisan tentang Jakarta saya mulai dari tips mencari kosan dulu ya.. Penting ini. Gimana engga, setelah menghadapi tekanan pekerjaan di kantor serta kerasnya jalanan, kosan adalah tempat memulihkan lagi energi untuk kerja lagi esok hari.. Jadi kalau kosan ga bagus, siap-siap aja dengan multiple frustation yang makin menjadi-jadi :))

Bagus nan Ideal. Dan tahukah kamu kosan yang bagus dan ideal itu? syarat-syarat apa aja yang mesti dipenuhi?

Kalau udah tau, terutama para Jakartans yang sudah lama tinggal di kota ini, maka kasi tau saya yaa.. (loh, katanya mau ngasi tips -___-)

Hmm… Baiklah.. Saya kasi syarat-syarat kosan yang bagus dan ideal menurut pendapat saya. Apakah syarat menurut opini saya ini merupakan syarat ideal juga bagi Anda? Belum tentu. Ideal menurut selera masing-masing orang kan berbeda. Tapi yang mau saya share ini sepertinya cukup umum kok, jadi ga ada salahnya dibaca dulu. Hehe.. check this out!

  • Aman

Rasa aman memang salah satu tujuan penting kita menempati rumah kan ya? Baik rumah sendiri atau sewa (kosan), syarat satu ini kagak boleh banget diabaikan. Di Jakarta, ancaman keamanan yang cukup riskan ada dua : bencana alam (baca: banjir) serta kriminalitas. So, cek bener-bener tuh kosan berada di daerah banjir atau tidak. Bukan itu saja, daerah antara kosan ke kantor banjir juga atau engga? Malesin juga kalau kosan dan kantor sama2 ga terendam banjir, tapi jalanan ke sana terendam. Berasa beda pulau kan? zzz… Baca Selengkapnya

Menikmati Kerasnya Jakarta (Intro)

Jakarta adalah kota yang keras. Tata kotanya kacau. Semrawut. Waktu bakal habis di jalan. Biaya hidup berat. Beban ekonomi cepat membumbung. Persoalan yang jelas berkaitan dengan angka kriminalitas yang tinggi. Waspadalah. Waspadalah…

Paragraf di atas hanyalah ringkasan dari banyaknya kalimat yang bisa kita tulis kalau bahasannya tentang kerasnya atau kesemrawutan ibukota republik ini. Kalau bisa memilih kota tempat bekerja atau tinggal, jangan pernah memilih Jekardah!

Tapi ya namanya juga freshgraduate (cemen ah, pake alesan ini terus.. haha), dalam mencari pekerjaan masih mainstream. Cari-cari kerja ya di tempat yang menawarkan paling banyak opsi, baik dari segi jumlah pekerjaan, jenis pekerjaan dan salary rate tentunya. Kan relatif lebih mudah nyantol tuh? Wajar kan? (pembenaran terhadap pikiran mainstream :p). Dan kota mana di negeri ini yang bisa menyaingi Jakarta dalam urusan ketersediaan syarat-syarat yang sudah saya sebutkan tadi? Kalau akhirnya ditempatkan di daerah-daerah, ya itu seringkali tetep harus berproses di daerah khusus ibukota dulu..

this is jakarta

Well, setelah melalui sedemikian rupa proses bolak-balik melamar pekerjaan, akhirnya resmilah saya jadi penduduk Jekardah. Terhitung sejak tiga setengah bulan yang lalu. Waktu yang cukup buat menceritakan hal-hal menarik yang sudah saya alami selama di provinsi yang dipimpin Jokowi ini kan?

Enjoykah saya? Atau sebaliknya, annoyed?

Bisa menikmati dengan riang? Atau menggerutu mulu dihempas kerasnya kehidupan di sini? Baca Selengkapnya

New City, New Life

Blogging lagi, kawan… Pas sebulan vakum dari postingan baru… hehe..

Tak terasa waktu-waktu indah tinggal di Bandung sudah habis. Empat tahun yang mengesankan.

Masa-masa kuliah yang banyak naasnya tapi asik, udara nan sejuk nyaman banget buat nempel di kasur, kuliner yang super enyaak bikin ga papa lah hedon dikit, ketemu buanyak orang luar biasaaa.. dan…

Oh Friends, I really love this city!!

Ga cukup pokoknya mendiskripsikan betapa saya sangat mencintai kota ini. As lovely as my hometown bahkan. Mungkin suatu saat saya bakal kembali hidup lama di Kota Kembang lagi, bangun rumah dan menikmati lagi semua keindahannya.

Tapi biarkan roda waktu berputar dengan gemulai..

Kini hidup baru dimulai..di kota baru..

Preferensi untuk bekerja yang melebihi hasrat berbisnis membuat saya harus bertekad menaklukkan kota kawah candradimuka dunia kerja. Kota nan super keras untuk hidup di dalamnya, padat luar biasa, udara panas dan polusi, keluhan dan frustasi di sepanjang jalan.. and you know very well where it is..

Apakah saya bakal cepat beradaptasi?

Atau justru segera bergabung dengan para pengumpat kehidupan di sini?

Well, saya ga begitu peduli dengan kata orang tentang kota ini. Bagi seorang traveller, kota baru itu adventure baru, excitement baru, object to be explored baru.. Entah ya sampai berapa lama saya bakal excited.. tapi saya setuju dengan yang dibilang Jason Mraz di lagunya 93 Million Miles,

If you do it right, you’ll love where you are

Here I comes, JAKARTA…

jakarta panorama

New City, New Life..

Bismillah 🙂

Bolang Long Weekend ke Expo Prancis di Jakarta

Beberapa hari yang lalu, kita baru saja menikmati long weekend yang lumayan karena berlangsung 4 hari (Kamis-Ahad). Ada agenda apa kawan-kawan? Liburan bareng keluarga.. Hang out bareng teman.. olahraga..hibernasi di rumah atau kosan.. atau.. tetap suntuk belajar untuk ujian dan tugas? Wew… Anyway, semoga teman-teman menjalani long weekend kemarin dengan suasana ceria dan selepas long weekend jadi refresh dan tambah semangad lagi 🙂

Nah, agenda saya long weekend kemarin adalah berkunjung ke Jakarta. Membolang ria. Bolang? Bocah petualang? Itu singkatan umumnya. Tapi singkatan “bocah ilang” mungkin lebih bisa disematkan pada saya waktu itu. Gimana engga,, di saat banyak orang berbondong-bondong meninggalkan Ibukota untuk mencari udara segar, saya justru main ke sana. Mending lah ya kalo ke sana untuk silaturahim ke rumah saudara atau teman. Strangely bahkan mengarah ke freak, saya ke sana tanpa teman, ga niat ke rumah teman atau keluarga juga, plus acaranya berkaitan dengan pendidikan. Hoho…

Adalah teman saya yang paling bersalah dalam pem-bolang-an saya kali ini. Sudah memberi info yang sangat menarik, menginisiasi berangkat, eh malah dia sendiri ga jadi berangkat. Kampret-ly malah pulang kampung ga bilang-bilang pula. Haha… Tapi tahfafa, paling engga dia sudah memberi tahu saya tentang info ini: Pekan Pendidikan Tinggi dan Budaya Prancis!! Baca Selengkapnya

Kontradiksi Perjalanan Jakarta-Bandung

Beberapa hari yang lalu saya pulang menuju Bandung dari ibukota negara, Jakarta. Itu untuk kedua kalinya saya menjalani perjalanan Jakarta-Bandung selama libur kuliah kemarin. Yang pertama, saat awal liburan. Kebetulan, perjalanan itu ditempuh dengan transportasi yang sama, yakni mobil travel. Karena om saya sudah jadi member perusahaan jasa travel, jadi saya dipesankan tempat duduk di jasa travel tersebut. Di Jakarta-Bandung model jasanya berbeda dengan di daerah (Solo misalnya) yang penumpangnya bakal dijemput di rumah. Saya harus datang ke pool, untungnya sih lumayan dekat (Jakartanya di Jatiwaringin, pool Bandung di Cihampelas), jadi it’s okay lah.

Nah, ada cerita menarik dari dua perjalanan yang jarak waktunya cukup berdekatan (1 bulan) itu… Hal yang bertolak belakang….

Ini nih ceritanya…

Perjalanan 1

Jadwal berangkat jam 20.30. Sampai di pool jam 20.20. Penjaganya ramah, cepat mengecek reservasi, dan saat saya hendak membeli minuman bekal di jalan, eh diberi air putih. Katanya itu memang bonusnya. Oke, makasih Pak. Waktu keberangkatan tiba, penumpang segara naik di mobil travel yang dari luar kelihatan nyaman. Ternyata bagaimana dalamnya?

Eksekutif!! Yuph, kursi travel ini benar-benar mantap, dingin-dingin empuk. AC berjalan normal. Tempat untuk kaki lumayan longgar. Perjalanan pun terasa nyaman. Poin plus lain, mobil ini melaju dengan kecepatan sebagaimana mestinya di jalan tol. Waktu 2 jam pun sudah cukup untuk mencapai pool terakhir di Cihampelas. Saya turun di depan jalan Pelesiran untuk kemudian jalan kaki menuju kos. Jalan kaki terasa oke-oke aja karena selama perjalanan relax.

Perjalanan 2

Jadwal berangkat jam 14.30. Sampai di pool persis dengan sebelumnya jam 14.15. Kontradiksi dimulai. Penjaga pool orangnya judes (ga tau apa tuh apa gajinya belum dibayar), dan pakai lama waktu mengecek reservasi. Bonus air putih? nope. Hmm.. daripada suudzon bonusnya buat si penjaga, mending positive thinking aja siapa tahu di balik pelayanan yang kurang menyenangkan di pool, justru di dalam mobilnya sangat menyenangkan. Waktu berangkat tiba. Mobil yang mau dipakai dari luar kelihatan nyaman juga nih. Nah, bagaimanakah kenyataannya di dalam mobil?

Ekonomi!! What? Bayaran sama.. kenapa isinya bisa sangat berbeda seperti ini. Lengkap banget deh ke-ekonomi-annya. Kursinya keras. Model dan baunya, ya sama dengan mobil produksi 1990. AC yang jadi elemen penting perjalanan di siang hari, eh ga beres. Bahkan ada di atap mobil belakang yang sangat keras (seperti kipas rusak). Mau menikmati perjalanan ga nyaman, mau tidur terganggu. Belum berhenti di situ. Pak sopir, entah mau menghemat BBM atau kenapa, melajukan mobil travel ini di lajur kiri (biasa untuk truk gandeng) dengan kecepatan, yah seperti mobil ini ada tulisan “belajar nyetir” di belakangnya.. Hmm.. waktu tempuh yang bisa 2 jam (kalau jalan normal di tol) pun jadi 3 jam walau tidak terjebak macet. Hilang waktu 1 jam deh. Hmmm…  Saat tiba di depan jalan Pelesiran dan harus jalan kaki pun, terasa berat karena dongkol dan perjalanan yang sama sekali uncomfortable.

Begitulah kontradiksinya.. Sebuah jasa, setepercaya apapun, pasti mungkin terjadi kontradiksi seperti itu.. sesekali mungkin mengeluh seperti saya ya (hehe..). Selanjutnya naik apapun, pake jasa apapun, nikmati aja.. Yang penting selamat sampai tujuan