Arsip Tag: keluarga

Puncak Klasemen

Minggu lalu, ada obrolan cukup menarik yang saya temui di grup keluarga kosan Bandung, Pancasila 9 (dinamain berdasar nama gang dan nomor rumah, tempat kami menjalani hari-hari luar biasa jaman S1 dulu). Obrolan apakah itu? Check this out aja ya.. 🙂  *note: semua nama sengaja disamarkan*

A : Mas B, istrine sampun isi (istri sudah hamil)?

B : Masih belum, A.

C : Wah, D masih memimpin klasemen ya! (C dan D sama-sama sudah punya istri dan 1 anak, cuma anaknya mas D lahir duluan)

E : Weh, berarti kalau mau geser pemuncak klasemen, mesti cari istri yang minimal punya anak 2 dong ya? (si E ini belum nikah, tapi visioner)

C : Cerdas, E.

B : Bikin pondok pesantren atau yayasan anak yatim, E. Langsung banyak anakmu. #anakangkat 😀

C : Eh by the way, Si F mau promosi ke divisi utama Desember ini nih (beuh, mas F mau nikah = mau promosi ke divisi utama!)

B : Wah bulan ini dong, C.

C : Yup. Kalau si G udah nikah tapi istrinya langsung ditinggal jauh, berarti degradasi ke Serie B (waduh!)

H : Mending mas G cuma ninggal ke Kalimantan, mas I ninggal antar negara euy. Hahaha (well, mas I lanjut kuliah di Uni Emirates)

F : (sang calon mempelai) Tenaaang.. aku kayak Leicester kok. Promosi langsung menuju puncak klasemen. Sekarang masi playoff championship (persiapan sebelum masuk divisi utama)

J : Weh, si H ga punya hak urun rembug (diskusi), nikah aja belum. Bolehnya cuma nanya doang, wkwkwk…

F : Nah loh, H. Menengo (Diamlah)!

A : Si H belum pelantikan

I : Jangan-jangan dia gay (beuh)

C : Jangan gitu cah. Si H ini baru LDR. Dia di Jakarta, ceweknya di masa lalu. Hehe

B : Warbyasa, LDRnya si H menembus ruang dan waktu. Eh tapi yakin C, si H ini LDRnya sama cewe? Gimana kalo ternyata cowo?

***

Saya : (baru buka hape tiba2 notif whatsapp numpuk) Astagaa.. Ada sistem promosi degradasi.. pemuncak klasemen.. Ane masih di liga amatir berarti.. Hahaha..

blog1

Demikian.

 

Keluarga Widya Kelana

Sebagai anak rantau dari Solo di kota Bandung, saya punya “keluarga besar” di sini. Namanya Widya Kelana. Biasa disingkat dengan Wika. Paguyuban ini sudah dirintis sejak lama dan terus eksis dengan semangat paguyuban kekeluargaan.

Kalo ditelusuri dari nama, Widya=Ilmu/belajar, Kelana=berkelana/merantau. Yuph, berkelana untuk mencari ilmu. Filosofi yang bagus kan? Tapi entah kenapa baru ditelusuri saat kepengurusan tahun ini, mengenai sejarah dan pembentukan paguyuban Wika. Konon, sudah sejak 1976 lho.. wow.. tapi itu juga baru konon, saat kopi darat yang akan diadakan sebentar lagi di kota Bandung ini mungkin akan ditemui jawaban pastinya. Sekarang, seperti tercantum di jaket identitas, Widya Kelana dimaknai sebagai “Paguyuban Alumni SMA Solo di ITB”.

Banyak sekali kegiatan dan kemanfaatan dari paguyuban Widya Kelana. Baik sebagai keluarga bagi internal anggotanya, juga bagi adik-adik SMA yang ingin tahu banyak informasi mengenai universitas (khususnya ITB). Apa saja itu?

Hmm.. kalau diceritakan bakal panjang banget ntar. Nah, biar ga kecampur dengan materi blog ini, tapi saya masih bisa menyampaikan inspirasi dari Widyakelana, monggo teman-teman semua menyempatkan untuk mengunjungi situs resmi Widya Kelana:

www.widyakelana-itb.org

Karena saat ini saya masih diamanahi jadi kadiv kekeluargaan Widya Kelana, report acara dan motivasi agar paguyuban ini makin guyub di situs itu saya yang nulis. Bisa dibaca dari gayanya yang catchy (auwah..)

Selamat berkunjung ya! Semoga tulisan saya di sana juga bisa memberi inspirasi dan motivasi, sebagaimana yang saya harapkan lewat blog saya ini…!

Terima kasih