Arsip Tag: negara

Ramadhan : Para Pemain Muslim dan Knock Out Piala Dunia 2014

Putaran final Piala Dunia 2014 sudah menyelesaikan seluruh pertandingan fase grup. Enam belas tim terbaik lolos ke babak knock out untuk saling beradu di pertandingan yang makin intens, makin seru. Enam kontingen Eropa (Belanda, Prancis, Jerman, Swiss, Yunani, Belgia), lima negara Amerika Latin (tuan rumah Brazil, Argentina, Chile, Uruguay, Kolombia), tiga timnas Amerika Utara-Tengah (Meksiko, AS, Kostarika) dan dua perwakilan Afrika (Aljazair dan Nigeria). Apakah jagoan Anda termasuk di dalamnya? Atau udah keok hayoo?

Piala Dunia tahun ini harus diakui cukup spesial. Semua yang dinantikan oleh kita-kita dari event olahraga paling populer di planet bumi ini telah muncul : hujan gol, banyak kontroversi, dan pastinya hasil-hasil nan penuh kejutan. Nah, nilai spesial itu akan bertambah di fase gugur mengingat di saat sama.. momen spesial.. Ramadhan.. tiba.

Lah apa hubungannya Ramadhan ama Piala Dunia?

Elah. Masih kaku aja. Kalau ramadhan kan jadi ada “alarm tambahan” buat nonton bola, kan mesti bangun sahur tuh. Ahaha.. Tentu saja bukan karena itu, kita sudah cukup dewasa akan tanggung jawab ibadah dan tuh page di facebook udah banyak bahas Ramadhan (kecuali teman Anda masih pada belum tobat dari spamming atribut-atribut kampanye.. hehe). Makanya ane bahas yang cukup unik aja deh. Tentang para pemain muslim yang mesti ber-Ramadhan saat bermain di Piala Dunia 2014 ini. Para pemain yang negaranya lolos ke 16 besar (knock out).

Pemain Muslim di Knock Out Piala Dunia 2014

Eh ada ya pemain muslim di Piala Dunia ini?

Subhanallah.. Islam sudah menyebar ke seluruh penjuru bumi. Apresiasi banget buat para pendakwah berhati mulia yang sudah secara langsung mewujudkan hal tersebut, ga kaya kita-kita yang inget rajin ibadah aja harus nunggu Ramadhan #eh

Well, semua perwakilan benua punya pemain muslim setidaknya satu.. bahkan ada dua negara yang dikapteni oleh seorang muslim. Siapa sajakah mereka?

moslem celebration

  • Brazil : Fred
  • Prancis : Bacary Sagna, Mamadou Sakho, Moussa Sissoko, Paul Pogba, Karim Benzema
  • Nigeria : Ahmed Musa, Ramon Azeez
  • Jerman : Shkodran Mustafi, Sami Khedira, Mesut Ozil
  • Aljazair : — semua pemain muslim —
  • Swiss : Philip Senderos, Valon Behrami, Blerim Dzemaili, Gokhan Inler (captain), Admir Mehmedi, Haris Seferovic, Granit Xhaka, Xherdan Shaqiri
  • Belgia : Nacer Chadli, Mousa Dembele, Marouanne Fellaini, Adnan Januzaj

Cukup banyak bukan? Kalau menghitung pemain yang berlaga di fase grup, akan lebih banyak lagi. Tapi atas nikmat Allah, para pemain dari Bosnia, Iran, Ghana dan Pantai Gading dipersilakan untuk Ramadhan di rumah bareng keluarga 😀

Ramadhan di Brazil

Brazil termasuk negara beriklim tropis sebagaimana Indonesia. Akan tetapi, karena letak geografisnya dari 6° LU – 34° LS, jadi iklimnya lebih variatif dibanding Indonesia (yang pure mengapit khatulistiwa, wilayah dari 6° LU – 11° LS). Brazil bagian utara akan menjalani waktu puasa yang sama persis dengan Indonesia, yakni 13 jam. Sedangkan Brazil bagian selatan akan menjalani waktu shaum yang lebih pendek, yakni 12 jam. Udah kaya di Australia.

Luckily, semua kota yang menggelar laga 16 besar dan fase berikutnya, semuanya berada di Brazil Selatan. Dijelaskan secara geografis sebagai berikut (yang dikotak ijo itu kota yang gelar pertandingan) :

brazil-map-equator

Masih ada satu kota, Fortaleza, yang akan menjalani puasa selama 13 jam. Yang lain cenderung 12 jam, dengan jadwal imsakiyah (saya ambil satu sampel untuk kota pemilik Maracana, Rio de Janeiro) berdasar IslamicFinder sebagai berikut :

jadwal imsakiyah brazil islamicfinder

Dari jam 5.15 – 5.20. Satu jam lebih pendek dibanding di Indonesia kan.. Jadi, kalau mau nonton Piala Dunia, mendingan nonton langsung dan shaum di sana deh, jangan cuma dari tipi (ga gitu juga keleus.. ahaha..)

Kiprah Mereka

Semangat menuju Ramadhan tampaknya membuat para pemain muslim bermain lebih baik dan memberi kontribusi cukup signifikan bagi negaranya. Karim Benzema memimpin barisan pemain muslim dengan penampilan paling mentereng sejauh ini. Tiga gol dan dua assist sudah dikemas untuk Prancis. Tak kalah ciamik adalah Xherdan Shaqiri yang mengantar Swiss menggunduli Honduras dengan hattrick nya.

Ahmed Musa dari Nigeria juga menarik perhatian dengan dua golnya ke gawang Argentina, pun sinar terang Islam Slimani yang mengantar Aljazair membuat sejarah dengan masuk 16 besar. Masih ada list muslim di daftar pencetak gol dan lolos ke knock out : Yacine Brahimi, Abdelmoumene Djabou, Sofiane Feghouli, Rafik Halliche, Moussa Sissoko, Blerim Džemaili dan Granit Xhaka.

Pemain cadangan berarti minim kontribusi? Tidak, kalau acuannya adalah Marouanne Fellaini, Admir Mehmedi dan Haris Seferovic. Mereka masuk di pertengahan babak kedua dan menjadi pengubah hasil pertandingan, tak kalah dari apa yang bisa diberikan oleh pemain utama.

Skhodran Mustafi, pemain imigran di tim Jerman, mungkin jadi pemain dengan doa paling mujarab. Bagaimana tidak, di friendly terakhir Marco Reus cedera, dia jadi dibawa ke Piala Dunia. Di laga awal Mats Hummels cedera, dia jadi dapat caps! Wow.. Positive thinking doanya bukan berharap rekannya cedera, tapi pure impian untuk bermain di Piala Dunia :v

Beberapa pemain masih berusaha untuk mendapatkan form terbaik, seperti Mesut Ozil, Sami Khedira dan goal getter utama Brazil, Fred. Pemain yang disebut terakhir menjadi sasaran kritik karena seret gol walaupun didukung bejibun gelandang talenta tinggi di skuad Samba. Tapi semestinya seiring turnamen berjalan, pria muallaf yang mengenal Islam berkat Benzema pas maen bareng di Lyon itu bisa menunjukkan tajinya sebagaimana di Piala Konfederasi 2013.

Anyway, jadwal 16 besar sudah dirilis sebagai berikut :

** Terjadwal maen di jam 23.00 WIB **

Brazil vs Chile ; Belanda vs Meksiko ; Prancis vs Nigeria ; Argentina vs Swiss

Maen di jam 23 WIB itu berarti jam 1 siang waktu setempat. Ngentooos… Tantangan banget buat para pemain muslim Brazil, Prancis, Nigeria dan Swiss. Most likely mereka ga puasa sih pas jadwal tanding.. hehe..

** Terjadwal maen di jam 03.00 WIB **

Kolombia vs Uruguay ; Kostarika vs Yunani ; Jerman vs Aljazair ; Belgia vs AS

Yang ini agak mendingan, jam 5 sore waktu setempat. 20 menit sebelum buka puasaa.. Bayangin di menit 20 ada yang cedera, permainan terhenti, penonton ada yang nabuh beduk, lalu para pemain muslim berlari ke bench untuk ambil kolak buka.. Ahaha..

Dengan berbagai pertimbangan mungkin tetep aja pada ga shaum, tapi expect di ruang ganti Aljazair udah disediain kolak, koktail, ama kurma. Antara udah beli, atau dari ofisialnya yang masih aja jadi para pencari takjil (mana ada di sanaa…)

Semoga para saudara seiman kita dapat hasil terbaik dan tetep bisa menjalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya di sana. Gimanapun ini pertama kalinya juga bagi mereka ikut Piala Dunia di saat Ramadhan. Terakhir ada Piala Dunia dan Ramadhan berbarengan itu pas 1982, mayoritas pemain belum lahir kala itu.

**

Tulisan ini buat iseng aja insight terkait Piala Dunia dan pemain muslim yang masih berkompetisi di sana. Untuk persiapan Ramadhan di depan, jangan Piala Dunia mendistraksi target-target amalan ibadah kita. Bismillah semoga kita dapat menjalani Ramadhan ini dengan lebih baik. Amiin…

Marhaban ya Ramadhan  🙂

Anekdot Bendera Negara

Minggu lalu, ada obrolan menarik yang saya ikuti nih.. tentang Bendera Negara dan realita yang terjadi di Indonesia tercinta ini. Malah obrolan ini bisa dibilang semacam anekdot. Lucu menggelitik. Haha

Karena dalam suasana kursus Francais, tentu tak salah jika yang dibahas pertama adalah bendera Prancis dulu. Ada apa dengan bendera negara yang terkenal dengan menara Eiffelnya itu?

Bleu-Blanc-Rouge (Biru Putih Merah)

Hmm.. mari kembali ke pelajaran PPKn dan Sejarah di SMP dan SMA. Saya yakin teman-teman cenderung tidak memperhatikan atau mungkin mulai mengantuk saat pelajaran tersebut, tapi paling ngga pernah dengar kan tentang arti warna bendera itu?

Yuph, ini artinya:

Biru- Liberte (Kebebasan)

Putih- Egalite (Kesamaan)

Merah- Fraternite (Persaudaraan)

Usut punya usut, perhatikanlah pula bendera Negara berikut

Serupa dengan Prancis bukan? Hanya di counterclockwise 90° dan jadilah bendera versi horizontal. Bendera manakah itu? Tak lain tak bukan, penjajah terlama negara kita, Belanda.

Mari putar kembali memori pelajaran sejarah tentang muasal bendera merah putih. Dalam suatu peristiwa di Kota Pahlawan , warna biru dari Belanda disobek dan jadilah bendera Indonesia, sang saka merah putih.

Ada yang aneh di sini? Tidak, sampai kita melihat dari sudut pandang bendera Prancis. Biru artinya? Kebebasan. Yak, mungkin sekedar kebetulan, hal itulah yang hilang dari bangsa kita. Tidak hanya selepas proklamasi kita kembali diserang penjajah, tapi sampai saat ini pun bangsa kita tak pernah bebas dari cengkeraman pengaruh asing. Dari pemerintahan sampai lifestyle kita didikte oleh bangsa asing. Ketahuilah bahwa bangsa kita belumlah layak menyandang kata bangsa yang “bebas”.

Baik sekarang kita beralih dulu dengan sudut pandang maknawi versi kita sendiri. Konon sederhananya, merah berarti berani dan putih berarti suci. Karena pemisahan secara horizontal tidak vertical, mengesankan ada sesuatu yang diprioritaskan terlebih dulu. Merah di atas putih. Realita yang berkenaan dengan itu?

Kebetulan lagi atau tidak, bangsa kita memang memprioritaskan keberanian dulu di banding kesucian (kebenaran). Tak perlu jauh-jauh sampai proses tawuran dalam pertandingan sepakbola. Kita liat dari sisi aparat penegak hukum saja, yah main tangkap dan hajar saja, benar atau salah, adil atau engga, itu urusan belakangan. Tampaknya mental “senggol bacok” mulai mengental di jiwa bangsa kita. Merespon secara over dan merendahkan kebenaran yang belum terungkap. Merah di atas putih.

Oke, itu diliat dari versi sendiri. Coba kita liat dari sudut pandang versi Prancis. Merah berarti persaudaraan dan putih berarti kesamaan. Kalau di Prancis pembagian warnanya vertical (tidak ada warna yang lebih di atas), berarti kebebasan-kesamaan-persaudaraan mereka junjung secara merata. Nah, kalau merah putih kita, mungkin bisa diartikan secara mentah sebagai “persaudaraan” di atas “kesamaan”. Realita uniknya?

Banyak petinggi bangsa ternyata mengaplikasikannya secara mentah-mentah! Persaudaraan di atas kesamaan = sudah pasti, Nepotisme. Yah, saudara dulu lah yang didahulukan, masalah sosial urusan belakang. Konon itulah yang terjadi di rezim yang berkuasa 30 tahun lebih di Negara kita, dan tanpa harus menyalahkan suatu pihak, toh budaya itu juga masih kerap terjadi sekarang.

Realita yang pas, bukan?

Nice but ironic? Or ironic but nice?

**

Take it easy, Kawan.. tapi jangan berhenti hanya dengan senyum-senyum sendiri dengan ‘anekdot’ bendera ini. Ok?