Tugas Akhir (TA) dan Superhero Quotes

Alhamdulillah kembali bisa menghidupkan blog.. Setelah sebelumnya sempat berniat meramaikan #SemingguSatu (bisa dibaca post sebelumnya mengenai hashtag ini), eh 2 minggu berlalu masih “kaku” juga saya ya..

Kalau boleh take a blame.. Hal ini karena kesibukan saya berkutat dengan Tugas Akhir (TA). Secara teoritis waktu sih harusnya sibuk TA ga ganggu sama sekali jadwal nulis. Tapi bejibunnya unexpected errors selama TA membuat banyak energi dan pikiran tersita buat TA.

Well, pada akhirnya dalam menghadapi cabaan TA (terkesan ngeri ga sih kalo saya pake diksi “cobaan”..hehe), saya justru lebih banyak menemukan senyum daripada sengsara (sebelum pada salah tangkep, jumlah sengsara tetap aja ga sedikit loh..). Why? Kenapa bisa gitu hayo?

Dalam pengerjaan TA yang mbundet ini, saya disadarkan lagi bahwa saya hanyalah manusia biasa,, wong cilik yang miskin ilmu. Atau biar ga terasa down-down banget, bolehlah kita haluskan jadi “hamba Allah yang haus akan ilmu”. Miskin ilmu gapapa. Belum pintar gapapa. Toh every experts begin from amateurs.. Dengan kata lain, orang-orang amatir seperti saya ini (atau mungkin Anda juga kalau merasa), masih dalam kondisi potensial jadi expert! Wew! (menghibur diri nih :P). Yang papa atau jadi masalah itu justru kalo kita sudah puas dengan ilmu. Sudah ga mau belajar lagi..

Then, kita masuk ke bahasan utama.. seperti tertera pada judul..

Apa si TA dengan superhero? Hmm.. apa yah.. kalo di facebook “in a open relationship” (ceilee..) kali ya. Kira-kira ada hubungannya ga tuh? Kalau saya sih motif menulis ini karena topik #SemingguSatu kali ini adalah “superhero” dan minggu ini hal yang paling terbayang di otak saya adalah TA.. jadi maklumin aja ya.. beneran nyambung koq.. *membela diri sebelum dibantah..hehe

Teman-teman yang sudah, sedang, atau akan mengerjakan TA.. pernah engga sekali waktu kepikiran punya kemampuan super layaknya superhero? Misal pengen punya kondisi otak superjenius layaknya Iron Man, supertajir seperti Batman, superkuat kaya Superman, atau pengen punya superkekar mirip si otot kawat tulang besi Gatotkaca (Gatotkaca superhero juga kan ya?).. Kalau pernah, buang jauh-jauh pikiran itu. Mereka hanyalah figur maya, tidak realistis. Kalau belum pernah tapi tiba-tiba kepikiran pengen kaya superhero yawda deh saya kasi saran: beli wajan biar kaya Captain America, beli palu kalau mau niru Thor, atau ya.. maen remi sana aja bareng Gambit X-Men. Realistis 🙂

Superhero macam yang di film-film itu emang ga realistis. Tapi saya juga ga nyalahin koq yang buat film karena banyak juga lho quote-quote positif yang berguna buat jadi “superhero” di kehidupan nyata.. Quote itu antara lain:

With great power comes great responsibilities (Uncle Ben; Spiderman)

Kita ini sudah diberi kekuatan luar biasa besar lho dari Allah SWT. Sebut saja salah satu yang paling superior adalah otak. Pusat syaraf ini punya potensi jutaan kali lipat dibanding komputer canggih manapun. So, kita punya tanggung jawab besar pula, terutama yang sedang TA: memanage otak semaksimal mungkin. Perbanyak ikhtiar dengan terus menganalisis 🙂

I believe there’s a hero in all of us, that keeps us honest, gives us strength, makes us noble, and finally allows us to die with pride, even though sometimes we have to be steady, and give up the thing we want the most. Even our dreams (Aunt May; Spiderman)

Ini saya benar-benar rasakan dalam masa-masa down dalam menghadapi TA. Kalau kata Aunt May there’s a hero.. di kehidupan riil justru there are heroes!! Keluarga, sahabat, teman-teman semua.. luar biasa sekali support mereka. Kasih sayang, perhatian, cinta.. Oh my.. lebih juga dibanding hero-nya Aunt May. Heroes yang selalu mensupport saya ini justru tanpa pamrih. They tell me to never give up, support me into my dreams, anything I wanted.. amazing!

No matter what I do, no matter how hard I try, the ones I love will always be the ones who pay… (Peter Parker; Spiderman)

Nah, ini efek kontradiktif buat saya dan para heroes tadi. Bagaimanapun progrss TA saya, sepertinya justru para heroes yang paling khawatir. Baik itu khawatir kondisi kesehatan, keuangan, progress, maupun khawatir tu TA bakal jadi apa engga #eh (jadi lah ya..).

Kind of makes you mad not to know who you are? Your soul disappears, nothing is as bad as uncertainty. Listen, maybe you’re not supposed to be Spider Man climbing those walls? That’s why you keep falling. You’ll always have a choice Peter (Dr.Davis; Spiderman)

Tidak ada yang lebih buruk dari ketidakpastian. Nah loh.. Spiderman aja juga sampai kehilangan kekuatan, jatuh-jatuh mulu tuh gara-gara kehilangan soul.. Emang sih menjaga soul mengerjakan TA itu adalah hal yang paling penting. Susah dan susah banget dipertahankan secara konstan. Tapi seperti dijelaskan di akhir kalimat, kita selalu punya pilihan. Pilihan untuk ambil jurusan kuliah di waktu lampau menjadi awal, nah sekarang pilihan kita juga bagaimana menuntaskannya. Yes, we have choice! choose it and do with a soul!

Begitulah quote-quote superhero yang berkaitan dengan TA. Lho kq Spiderman doank? You mad bro 🙂 Superhero yang paling saya suka emang Spiderman sih.. kalo teman-teman punya quote dari Film Superhero yang lain,, monggo di-comment post ini ntar saya update lagi..

Last but not least, buat para pejuang Tugas Akhir (TA).. semoga kita sama-sama dipermudah ya.. Amin..

And just like the latest superhero movies TDKR:

“RISE!”

**selesai**

**lanjut Ne-A lagi**

Memulai TA, bisakah?

Semester 6 menyambut. Semester yang oleh teman-teman satu jurusan sebagai semester neraka, saking penuhnya praktikum plus kuliah yang materinya ‘maknyuz’… Cobaan berat menuju akhir tahun ketiga..

Dan saya sendiri, menjelang semester 6 ini, makin ga karuan saja. Kuliah tersendat-sendat.. Ah, bukan tersendat lagi, tapi tercecer malahan.. Hahaha..  Koq malah ketawa? Yah, hanya setetes upaya menghibur diri di tengah kondisi hati yang remuk redam karena keterceceran ini.. Haha…

Beban kuliah semester depan bakal makin berat, praktikum juga tambah ribet, belum kalo hati terpanggil lagi untuk ikut organisasi,, wah… Emang benar-benar bikin labil. Apalagi meski baru awal, tapi tetap saja waktu sudah beralih ke tahun 2011. Setahun lagi sudah 2012, target lulus dan harus lulus di tahun itu. Terasa berlalu cepat sekali sang waktu ini. Huff..

Bicara lulus, berarti bicara TA alias Tugas Akhir (khusus anak teknik). Yes, TA merupakan syarat mencapai gelar S1. Kalau dari awal pengen jadi engineer, harusnya seiring jalan sudah terpatri jelas apa yang akan dibuat kan ya? Nah, ternyata itu hanya berlalu sebagai teori. Faktanya, kebanyakan mahasiswa baru memikirkan TA di tahun terakhir studi, atau paling cepat setelah Kerja Praktek (yang naifnya dilakukan di liburan semester 6 alias ya menjelang tahun terakhir studi). Jarang yang mengambil mata kuliah untuk disesuaikan dengan topik TA yang sudah terpikirkan. Hal itu tentu bisa dibilang sebuah ironi. Dan yang paling ironis dari ironi itu, saya sendiri juga termasuk seperti yang disebut dalam fakta di atas! Duh!

Lalu bagaimana ni? Kalau ditanyakan pada saya beberapa hari yang lalu, jelas saya hanya bisa menjawab pasrah, “Entahlah”. Semester 5 kemarin saya beberapa kali ke perpus kampus, lihat-lihat TA kakak tingkat yang judulnya saja belum kupahami, apalagi kontennya. Dari kalimat judul yang tertulis di sampul TA tersebut, sepertinya kakak-kakak tingkat ini sudah mengerjakan sesuatu yang superkeren walau mungkin bagi mereka itu biasa saja. Terlalu kaku pada materi kuliah ternyata menutup wawasan mengenai perkembangan canggih dunia telekomunikasi sana. Hmm.. lalu gimana ngejarnya? (kembali dengan catatan bahwa mata kuliah saja banyak yang tercecer.. Hikz..)

Tapi, mau cepet lulus ga ni? Nah, itulah motivasi terbesar saya untuk ‘memaksa memulai TA’. Satu-satunya cara menjauh dari mata kuliah-mata kuliah ITB nan menggenaskan itu ya.. segera keluar dari kampus! Tentu keluar dari pintu “lulus” bukannya dari pintu “drop out”..hehe..

Lah tapi gimana ngerjain TA-nya? Mata kuliah saja belum menguasai. Pengalaman kerja juga belum karena belum menjalani KP. Oprek juga jarang. Emang sih, fakta tersebut seringkali bikin pasrah lagi.. but, every experts begin from amateurs!! Tiap orang jago mulainya juga dari amatir dulu…

Jadi, beneran sudah mau ngerjain TA? Coba buat abstrak dan latar belakang kalau begitu! Oh no, tentu saja belum bisa.

Lah,terus apa yang akan dimulai dari TA-mu? Hmm.. menulis kalimat Laporan Tugas Akhir, Nama dan NIM terus lambang ITB, paling ga sudah memulai membuat cover..hehe  (yah.. geje… about konten donk.. konten…)

Oke, tak usah banyak bertanya. Mulai hari ini sayalah yang akan terus bertanya. Paling engga satu hari satu pertanyaan mengenai telekomunikasi. Untuk mempersempit lingkup, mengenai LTE (Long Term Evolutuion) alias 4G yang saat saya lulus ntar sangat mungkin jadi tren pengembangan. Tanya, Tanya dan Tanya.. terus cari jawabannya, yang belum ketemu ya ditulis dulu dalam draft. Paling ga sampai dengan akhir semester nanti, akan sudah tertulis banyak pertanyaan untuk dikaji mendalam saat semester berikutnya.

Rasa ingin tahu. Ya, rasa ingin tahu. Rasa ingin tahulah yang akan terus membawa manusia ke gerbang ilmu yang terang benderang. Ayolah kita pupuk rasa ingin tahu, Kawan.. konsisten ingin tahu (jangan hanya saat tercecer saja.. eits, sapa tuh?) dan berusaha mendapatkan jawabannya (bismillah.. semoga Allah senantiasa memudahkan).. Mulai hari ini, Kawan… mulai hari ini kita bisa memulai ngerjain TA…

Membaca katalog TA.. Oh, abstraknya..

Bandung, 15 Juli 2010

Hari ini menghirup sejuknya udara Bandung lagi setelah kemarin sempat mudik nan menyenangkan selama 4 hari. Saya niatkan untuk melangkahkan kaki lebih mantap, punya plan lebih detail yang tentunya juga mesti dikerjakan dengan konsisten. Sebelumnya alhamdulillah sekali plan pertama tercapai.. menghirup udara.. yah, sehingga saya tahu ada harapan untuk mencapai plan selanjutnya.

Keluar dari stasiun langsung naek ‘angkot kebangsaan’, yakni angkot ungu Cisitu-Tegallega yang selalu mengantarkan dari stasiun ke kosan atau kampus. Tak ada warna angkot laen yang pernah mengantar saya dari stasiun selaen angkot warna itu. Pada akhirnya, angkot itu dengan selamat sentausa mengantarkan salah satu rakyat Indonesia ke depan.. halah.. intinya, saya sampai di kosan dengan selamat.

Setelah sedikit menata kamar dari kehancuran 70% menjadi 69%, saya pun mandi walau jam masih menunjuk pukul 09.20 WIB (idealnya mandi di Bandung itu jam 13.00, saat udara sudah normal.. hehe..). Badan jadi segar kembali. Sebentar lagi harus ke kampus untuk menemui dosen, ke perpus dan.. lain lain.

Sampai di kampus, langsung menuju gedung Ahmad Mushofi, eh salah Achmad Bakrie, gedung labtek yang identik dengan elektroteknik. Bergegas ke lantai empat dengan laju pasif vertikal (susah amat sih kata-katanya.. bilang aja naek lift), eh pak dosen pertama yang ingin saya temui sudah pulang. Waktu belum jam 11.00 dan sudah pulang dosennya. Mau minta nomor HP beliau ke TU tidak diperbolehkan, bisanya email atau telpon TU. Wah, ga praktis donk. Yawda, berlanjut dulu ke dosen kedua di lantai dua ruang kedua dari timur  pada tahun duaa.. (sudah, cukup). Ternyata, pak dosen yang membuat saya ingin melanjutkan studi ke Prancis itu sedang mengajar (pada akhirnya baru bisa saya temui jam 13.00).

Berikutnya, menuju gedung matematika untuk menanyakan nilai saya yang belum keluar, tapi seperti nasib yang saya temui untuk dosen pertama, Bu dosen juga tidak ada di tempat. Harus coba lagi besok. Well, langsung lanjutkan agenda di kampus selain mau menemui dosen: ke perpustakaan.

Memandangi gedung perpustakaan dari luar saat ini sangat nyaman. Padahal sampai tahun lalu, walau bentuknya dilihat dari udara bagus (seperti buku terbuka), dindingnya membuat gedung itu terkesan seperti WC/toilet. Alhamdulillah sekarang sudah dipermak, jadi sekarang bisa dikatakan seperti..hmm.. toilet futuristik (aih, kenapa masih ada kata toilet lagi.. salahkan anak unit Ludruk yang mempopulerkan kata itu). Let’s go to the futuristic t.. futuristic library, exactly.

Di perpus tujuan utama saya ada dua: pertama, melihat katalog TA alumni. Tentu bukan untuk plagiat, tapi untuk mendapatkan bayangan kira-kira TA nanti bakal bertemakan apa. kedua, mencari buku referensi semester 5. Setelah menitipkan tas seisinya kecuali blocknote dan bolpoin, langsung bergegas ke lantai empat karena di sana ada perpustakaan khusus teknik elektro. Tujuan pertama langsung tercapai karena di meja paling depan perpus elektro terpampang katalog TA dari tahun 2000-2010. Langsung saya buka satu per satu halamannya.

Kubaca satu per satu judul TA yang pernah dibuat. Suwarno, Nanang, Sigit H, Ary S.. kenapa nama dosen, yang aktif dosen-dosennya saja ya? Ow, ternyata kolom paling kanan itu kolom dosen pembimbing, kolom pembuat TA-nya di paling kiri. Pantas. Melihat NIM-nya, wah ada yang angkatan 95, 96..sudah lama sekali.. Sejenak saya teringat, Om saya kan angkatan 96, karena lulusnya tepat waktu (tahun 2000), pasti judul TA-nya ada di katalog itu. Benar saja, saya jumpai nama dan NIM om saya, dengan judul TA “Memperbaiki throughput TCP pada kanal satelit”..

Membaca halaman per halaman judul TA yang pernah dibuat, saya bengong.. Apa kuwi.. Abstrak sekali. IEEE 802.11b, NCTUns, routing multicast, hard handover, totem toolbox, kanal satelit, dll.. Oh, abstraknya. Jangankan membayangkan bagaimana analisisnya, istilah-istilah itu baru sebagian saya ketahui setelahnya, dengan bantuan wiki wiki ehee..(wikipedia maksudnya). Masya Allah, harus belajar sangat sangat banyak lagi ni biar bisa lulus tepat Juli 2012.

Mau lanjut ke tujuan kedua, tapi waktu mepet karena harus menemui dosen (lagi). Yawda, hanya sempat menulis nomor bukunya, biar ga susah nyari kalau ke sana lagi besok. Setelah itu segera menuruni tangga menuju lantai dasar. Sekeluarnya dari perpus, yang ada di pikiran saya, “Membaca katalog TA.. Oh, abstraknya..”