Diposkan pada embun

Taare Zameen Par (Seperti Bintang di Bumi)


Weekend kemarin, rehat bentar buat nonton film2 jadul. Kali ini film India.. chayya chayya.. Hmm.. sebenarnya saya ga begitu suka film Bollywood, tapi karena ada “3 idiots” yang merupakan film terbaik yg pernah saya lihat itu,, jadi sedikit banyak tertarik. Dan cari film yang dibintangi si Rancho/Punsukh Wangdu (Aamir Khan). Pernah liat Ghajini, oke banget. Di situ Aamir masih jadi pemeran utama. Tapi terus ketemu film satu lagi, kok sekelas dia jadi aktor pendukung. Aneh juga… Oww,, ketemu jawabnya. Ternyata dia merangkap jadi produser dan sutradara. Dan mungkin saking selektifnya, film yang ia bintangi bagus-bagus banget. Tak terkecuali satu ini, “Taare Zameen Par”, yang bisa saya bilang “3 idiots” versi anak-anak…

**

Seperti Bintang di Bumi. Dari judulnya apa nih yang bisa ditangkap? Udah kebayang gimana ceritanya? Kayaknya belum ya.. Oke, saatnya bercerita, kenapa kok saya menyebutnya “3 idiots” versi anak2..

Once upon a time (biasanya cerita ada awalannya itu..hehe..)

Di sebuah sekolah, setingkat SD lah, ada anak lucu berwajah mirip Kipli/Ronaldinho, namanya Ishaan. Si Ishaan ini punya jalan pikir yang berbeda dengan teman2nya. Hmm.. sebelum melihat perbedaannya di bangku sekolah, di situ ditunjukin dulu bagaimana dia menangkap ikan cetul di peceren (selokan maksudnya), untuk kemudian dibawa dan dimasukkan di akurium kecil rumahnya. Then, di sekolah, nilainya kacau balau. Hampir semua pelajaran tidak mendapat nilai (0). Bahkan saat ulangan matematika (banyak soal), ia cuma sempat jawab 1 untuk pertanyaan no 1 (3×9 = ..), itu pun ia menjawabnya 3!!

Suatu kejanggalan di keluarga Ishaan karena kakaknya (dia 2 bersaudara) justru selalu menjadi bintang kelas. Semua pelajaran dapat nilai teratas, kecuali 1 (lupa pelajaran apa), itupun ia terbaik kedua. Dari kesehariannya emang kakaknya keliatan kalau bintang kelas. Ibunya tidak memperlakukan anaknya dengan berbeda, tapi si Ishaan emang terkesan bandel dan malas. Membuat ibunya khawatir, dan ayahnya marah besar.

Karena banyaknya komplain atas kebandelan dan “kebodohan” Ishaan, maka bapaknya memutuskan untuk mengirim Ishaan ke sekolah asrama, jauh dari rumah. Ishaan menolak, pokoknya ga mau. Ibunya juga berat hati. Tapi bapaknya kukuh dan Ishaan pun ‘terpaksa’ sekolah di asrama. Dan scene bagian ini mengharukan banget lah.. Bikin menitikkan air mata pokoknya… (Buktikan sendiri dengan menonton filmnya.. hoho)

Di sekolah baru itu, Ishaan masih saja dimarahi habis-habisan oleh guru-gurunya karena sering melamun tak memperhatikan pelajaran dan tak pernah bisa menjawab dengan tepat. Pada suatu hari, ada guru yang pergi dan digantikan sementara oleh pak guru Nikumbh (Aamir Khan). Di sinilah si “Rancho” mulai mendapati kejanggalan pada diri Ishaan, sepertinya muridnya itu tertekan sekali. Juga akan keanehannya dalam menjawab soal.

Akhirnya, ia menemukan bahwa jawaban Ishaan sebenarnya punya pola. Hanya saja salah menuliskan. ‘b’ justru tertulis ‘d’, ‘s’ jadi ‘z’, dll. Jadi ada kelainan yang disebut “dyslexia”, tidak bisa membedakan dengan baik bentuk, ukuran dengan tepat, jadi teramat kesulitan untuk membaca dan menulis. Sayangnya banyak orang, termasuk orang tuanya sendiri, yang tidak tahu dan mencapnya “idiot”.

Nikumbh mendatangi orang tua Nikumbh dan menjelaskan tentang ‘kelainan’ dalam diri Ishaan. Tapi bapaknya masih belum percaya. Ia juga berusaha meyakinkan kepala sekolah untuk memberi ujian lisan saja pada Ishaan, sambil menunggu ia mengajari Ishaan untuk membaca dan menulis dengan benar. Ilmu pengetahuan, entah itu tertulis atau lisan, tetaplah juga pengetahuan. Dan Ishaan berhak untuk dipahami.

Di sekolah juga diadakan momen lomba melukis, semua warga sekolah boleh ikut. Hadiahnya, lukisan sang pemenang akan dijadikan cover buku sekolah. Pak guru Nikumbh sebenarnya sangat mengharapkan momen ini dapat membuat semua orang terbuka matanya bahwa Ishaan “BISA”. Ia potensial, ia punya bakat. Tapi ditunggu si Ishaan tak kunjung datang. Ia sudah meninggalkan asrama sebelum orang2 bangun tidur.

Tak dinyana, Ishaan akhirnya datang. Ia pun mulai melukis (sebenarnya hobi dari kecilnya emang menggambar/melukis, tapi karena ia terlalu banyak dihina/dimarahi jadi ‘mutung’ dan juga meninggalkan hobi menggambarnya). Gambarnya.. wow..

Dan diumumkanlah sang pemenang…

Siapa? Yah, tebak saja sendiri.. Hoho..

**

Demikianlah. Seperti ‘3 idiots’, ada sistem pendidikan yang disindir di sini. Jangan kaku, jangan keburu merendahkan orang, terlebih anak kecil. Putarlah sedikit sudut pandang. Sebenarnya bukan hanya untuk sistem pendidikan sih, tapi juga cara pandang kita terhadap orang lain yang ‘berbeda’. Setiap orang sebenarnya punya potensi besar, setiap anak belajar dengan caranya masing-masing. Mereka seperti bintang di bumi.

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

2 tanggapan untuk “Taare Zameen Par (Seperti Bintang di Bumi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s