Posted in jalan-jalan

Malabar Ekspress


Malabar Ekspress… Dilihat dari namanya, yuph nama kereta api. Kebetulan kemarin kereta api ini mengantarkanku mudik dari Bandung ke Solo dengan lancar, sehingga aku pun tertarik untuk menuliskannya. Lagipula masih gres, jadi tulisan tentangnya pun Insya Allah juga gres..

Kereta trayek baru Bandung-Malang ini memang unik. Apanya yang unik? Tahu ga, kereta ini punya tiga kelas sekaligus yakni eksekutif, bisnis dan ekonomi. Lain dari yang lain bukan? Normalnya (sotoy sih karena baru naik sekali) tersusun dari 7 gerbong, dengan 2 gerbong eksekutif, 3 gerbong bisnis dan 2 gerbong ekonomi.

Hmm.. enaknya bicara apa dulu ni, kelebihan atau kekurangan? Gimana kondisinya? Tarif?

Kita putuskan (kita? Gw aja kali) untuk bicara mengenai pengalamanku naek kereta ini kemarin. Kelebihan dan kekurangan simpulkan sendiri, dan berhubung ini sedang masa promosi, entah apa yang Anda tangkap dari tulisan ini, aku tetap akan bilang kereta ini DIREKOMENDASIKAN untuk dicoba. Cintailah produk dalam negeri (halah!).

***

Sabtu sore 15.15 WIB, aku tiba di stasiun Hall, Bandung. Kereta Malabar Ekspress yang akan mengantarku mudik berangkat 15 menit lagi. Masih ada waktu untuk sholat ashar di musholla stasiun. Setelahnya, aku dan temanku Lorenz, bergegas masuk ke dalam peron, menuju jalur 1 tempat KA berada. Gerbong paling belakang, ekonomi sih. Tampak dari luar, cat KA masih gres, kesan pertama.. terlihat nyaman.

Oya, harga tiket normal (Bandung-Malang) untuk ekonomi 80ribu, bisnis 130ribu dan eksekutif 200ribu. Karena aku naek ekonomi dan turun di Solo, harga tiket jadi hanya 60ribu. Ekonomi tapi mahal? Eits, nanti dulu. Bangku ekonomi sih ekonomi, tapi karena gerbong ditarik bareng bisnis dan eksekutif, jadi deh waktu tempuhnya lebih singkat dan relatif lebih tepat waktu. Tidak seperti KA Kahuripan yang full ekonomi. Perbedaan lain yang cukup menguntungkan adalah jatah kursinya dibatasi, tidak unlimited seperti KA Kahuripan, kereta yang sesuai nama (kahuripan berarti kehidupan), sepertinya memang diset untuk benar-benar “menghargai hidup” itu.  Haha,, tahu maksudnya kan?

Naek gerbong paling belakang, kami (aku dan Lorenz) dapat jatah kursi 7D-7E. Ternyata susunan tempat duduknya 3-2. ABC dan DE. Kursi, seperti kursi-kursi di gerbong ekonomi biasa, berhadap-hadapan, tak seperti bisnis yang bisa digeser semaunya mau hadap mana (depan/belakang). Tidak beruntungnya, kami dapat kursi yang menghadap belakang (arah berlawanan dengan arah gerak kereta). Wah,wah bisa mabuk nih kalau nanti ga bisa tidur nyenyak. Untungnya gerbong KA hari ini ga penuh jadi kami bisa pindah ke bagian yang menghadap depan. Lain kali (klo naek gerbong ekonomi KA ini lagi) kami akan memilih yang nomor kursi genap untuk perjalanan menuju Solo, dan nomor kursi ganjil untuk perjalanan menuju Bandung, agar bisa menghadap depan tentunya.

Interior kereta, seperti halnya cat luarnya, masih gres. Kursinya masih dilapisi plastik. Kursi agak keras, tentu karena kelasnya ekonomi, ga empuk seperti bisnis apalagi eksekutif. AC bisa dinikmati, Angin Cendela maksudnya.. hehe.. Tidak ada yang mengganjal selain kondisi beberapa kaca yang sudah retak. Kemungkinan besar itu bekas lemparan batu. Entah siapa yang berbuat, miris banget dengan kondisi seperti itu. Kenapa ada aja oknum-oknum tak bertanggungjawab di negeri ini yang tanpa rasa berdosa merusak atau mengambil bagian dari infrastruktur-infrastruktur yang ada, bahkan hanya dalam jangka waktu sangat pendek setelah launching.

Kereta berangkat sesuai jadwal. Bertolak dari stasiun Hall menuju arah Malang. Dari schedule yang ada, kereta ini dijadwalkan berhenti di cukup banyak stasiun. Hampir 2 kali lipat dibanding stasiun berhenti KA Lodaya, KA eksekutif bisnis Bandung-Solo. Tapi waktu tempuhnya relatif sama.

Tujuan akhir KA ini, seperti sudah disebutkan adalah stasiun kota Malang. Karena dijdwalkan bisa sampai kota tujuan di pagi hari, aku yang berhenti di tengah-tengah (Solo) ‘terjatah’ sampai di Stasiun Solobalapan dini hari, sekitar jam 00.53 WIB. Bukan waktu yang ideal. Hanya karena aku berangkat Sabtu malam, jadi fine2 aja toh sampainya hari Ahad, hari libur.

Di dalam kereta, seperti biasa prioritas pertamaku adalah tidur (hehe.. perjalanan jauh sih). Kalo ga tidur ya ngemil dan baca buku favoritku, 7 Habit. Oya, seperti di kelas bisnis, ada petugas yang menawarkan makanan (nasi goreng) dan bantal. Dan mungkin tertular juga dari gerbong bisnis, tidak ada pedagang asing (maksudnya non-petugas kereta) yang masuk ke dalam kereta. Nyaman deh. Memang untuk perjalanan kali ini, terasa naek gerbong ekonomi rasa bisnis. Mantap.

Singkat cerita, sampailah di stasiun Solobalapan. Perjalanan bisa dikatakan lancar. Hanya terlambat 15menit dari waktu kedatangan yang dijadwalkan, masih bisa ditolerir lah. Alhamdulillah, tiba lagi di kota Solo tercinta. Yuhui, I’m coming Solo!! Saatnya liburan!!

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

3 thoughts on “Malabar Ekspress

  1. Asik ya mas…..sayapun pencinta kereta api….sejak kecil dibiasakan naik moda angkutan ini naik kereta lokal jarak pendek dari kampung menuju kota …Bandung juga. Baru terhenti setelah saya lanjutin kuliah di Jakarta…..tapi kecintaan terhadap ular besi ini tertanam hingga sekarang ….bahkan dikala ada waktu senggang saya menggunakan kereta api hanya sekedar nostalgia dan mencoba juga dengan kereta prestise spt. Argo Gede, Argo Bromo dll…walaupun setelah sampai tujuan hanya tukar kereta api setelah beli tiket, dan kembali ke tempat asal……memang menarik perjalanan dengan kereta api ini…..

  2. Thx sudah di share mas mengenai pengalamannya terutama mengenai kursinya…jadi lebih tenang..
    saya mau menggunakan jasa kereta api ekonomi dan masih dug dug milih tempat duduk takutnya berlawanan arah..
    kira2 kalo ke arah malang no genap berlaku utk menghadap ke depan ga ya mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s