Posted in kampus

Belajar jadi ahli trafik-2


Setelah ada pengantar mengenai trafik telekomunikasi di tulisan sebelumnya,, kira-kira apa saja ya yang dipelajari di rekayasa trafik?

Nih, ada gambaran dikit, dari soal UTS kemarin beberapa hari kemarin. Bahasa soalnya asyik kok, ga langsung bikin tegang seperti mata kuliah lain,, coba cek seberapa asyik… hoho…

Bantulah suatu operator telekomunikasi (wow, unik kan, prakata soalnya aja pake “bantulah operator telekomunikasi”) yang mempunyai 350.000 pelanggan untuk memperkirakan pendapatan perusahaan dari layanan teleponnya (konkret kan,, seperti sudah menghitung di kehidupan sehari-hari). Tarif rata-rata telepon= Rp 2,5 tiap detik. Calling rate pada 15 menit waktu pengukuran adalah 36.000 call. Maximum busy hour-switching traffic intensity= 2000 erlang.

Gimana hitungnya?

Nah, walaupun ada rumus simple untuk mengerjakan itu, tapi ternyata ga dangkal juga cara ngerjainnya. Harus dicermati dulu antara intensitas dan volume trafik. Kalau hubungannya dengan kapasitas jaringan (jumlah server, buffer, jumlah kanal) maka dipakailah intensitas seperti tercantum dalam soal. Sedangkan bila berhubungan dengan revenue (pendapatan) perusahaan, maka dipakailah volume trafik. Intensitas 2000 erlang dikalikan detik dulu untuk jadi volume trafik. Simple, tapi kalau terkecoh, jawabannya bisa benar-benar berbeda.

Nah, karena yang ditanya dalam soal adalah tentang pendapatan perusahaan, maka yang dibutuhkan adalah volume trafik. Volume trafik pada 1 jam sibuk = 2000 erlang x 60 x 60 detik = 7.200.000 detik. Bisa dicari penghasilan dalam 1 jam sibuk = 7.200.000 detik x Rp 2,5/detik = Rp 18.000.000,00. Wow, 18 juta dalam 1 jam. Nah, berapa penghasilan sebulan atau setahun? Tinggal dikali 30 atau dikali 365-kah? Ternyata tidak. Karena di sini tidak diketahui volume trafik pada jam yang tidak sibuk, jadi tak bisa dihitung total untuk sebulan atau setahun. Perlu data lebih banyak lagi.

Yeah, begitulah sepintas belajar rekayasa trafik telekomunikasi. Terlihat sederhana, tapi bisa mengecoh. Gapapa terkecoh dikit saat belajar, asal ntar waktu kerja udah benar-benar expert. Oya, angka yang dihasilkan juga cukup besar kan… Itu hanya dari telpon dengan sampel waktu dan pelanggan seuprit lho, belum juga dari layanan sms dan internet. Itulah mengapa perusahaan telekomunikasi jaya. And that’s why telecommunication traffic engineering enjoyable.. It’s concrete..🙂

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s