Posted in kampus

Belajar jadi Ahli Trafik yuk..


Semester keenam belajar di kampus Ganesha ini, dapat satu mata kuliah yang asyik dan banyak faedahnya nih.. Oke, sebenarnya banyak mata kuliah yang asyik dan penting sih, tapi mata kuliah ini selalu dinanti oleh para mahasiswa yang mengambilnya. Tak lain tak bukan adalah Rekayasa Trafik Telekomunikasi..

Rekayasa Trafik,, waduh gimana tuh? Hmm.. kesan-kesan awal nan ribet cenderung muncul kalo ada kata “Rekayasa”. Tapi itulah letak kehidupan anak teknik, hal-hal mengenai rekayasa. Dan rekayasa yang dilakukan di sini mengenai trafik, tentu saja bukan trafik lalu lintas (iyalah, emang polisi dan DLLAJ), melainkan trafik telekomunikasi. Walau dalam konteks yang berbeda trafiknya, tapi trafik telekomunikasi (mencakup call dan data) tetap bisa dipahami laiknya trafik lalu lintas. Kalau lancar, berarti kualitasnya bagus, otomatis banyak pengguna yang puas. Sebaliknya jika macet, siap-siap saja dengan gerutu dan komplain. Nah, di rekayasa trafik telekomunikasi, adanya trafik (macet/lancar), gimana kapasitas sistem (gampangnya kalau di lalu lintas, jalannya lebar/sempit, kondisinya bagus/jelek) dan kualitas layanan (oke/bikin bete), dihubungkan dan dibuat gimana caranya biar bisa merencanakan jaringan secara optimal.

Then, mengapa jadi ahli trafik itu penting? Jawabannya, karena ilmu ini dekat/ berhubungan langsung dengan pengguna/pelanggan, dan hubungan itu bukanlah dalam hal teknis tapi dari sisi kepuasan. Nah, tau sendiri kan kalo di era yang sering disebut “globalisasi” (weleh, apaan tuh) ini, makin banyak pengguna telepon seluler dan internet. Makin sibuk tu trafik data dan call. Nah, kalau tidak termanage dengan baik, bisa banyak komplain dari para pelanggan. Ga masalah kalau si pelanggan kalem-kalem aja. Lah kalau pelanggannya galau? Eh, maksudnya kalau pelanggannya kritis? Kalau Anda bekerja di perusahaan telekomunikasi yang kompetisinya sangat ketat, pelanggan tersebut sangat mungkin meninggalkan jasa perusahaan Anda. Profit terancam berkurang kan. Sangat berkurang bahkan kalau pelanggan yang out banyak. Padahal katanya kan 2 orientasi terpenting perusahaan adalah 2 ini: PROFIT UANG dan KEPUASAN PELANGGAN.

Untuk masalah karir, jadi ahli trafik bisa bikin perusahaan Anda cenderung tak memindah-mindah tempat kerja, lho. Misal jago ahli trafik dan daerah analisis Jadebotabek, hampir pasti Anda akan terus menikmati suasana ibukota Jakarta, tidak khawatir pindah tugas ke luar kota, luar provinsi, apalagi luar pulau Jawa. Terlebih emang masih sedikit jumlah ahli trafik di Indonesia. Begitu kata dosen saya.

So, jadi ahli trafik,, kenapa tidak?

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s