Posted in kampus

Kembali ke Rutinitas Praktikum


Praktikum telah menjadi “teman” kuliah sejak masa TPB (tahap persiapan bersama). Tapi saat itu masih santai, toh di hari praktikum, hanya itu saja, tak ada kuliah lain. Tugas pendahuluan, test awal, test akhir dan laporan pun relatif tidak ribet. Memasuki tahun kedua, setelah masuk area elektroteknik, intensitas meningkat. Tingkat disiplin dan keribetan pengerjaan tugas mulai terasa, apalagi jadwal praktikum dan deadline laporannya beriringan dengan jadwal kuliah pada hari itu. Mesti pintar-pintar membagi waktu, walau probabilitas mahasiswa “terpaksa” atau “memang mencari” pengalaman bolos satu kuliah untuk mengerjakan laporan praktikum lumayan juga.

Nah, di tahun ketiga, masuk nih yang namanya Praktikum Teknik Telekomunikasi (PTT 1). Praktikum yang bakal benar-benar mengasah skill sebagai telecommunication engineer. Tentulah dituntut meraih hasil semaksimal mungkin agar bisa menguasai teori dan praktik dari apa yang paling kami (mahasiswa jurusan telekomunikasi) cari di ITB. Untuk semester kemarin sih (PTT 1) berjalan cukup lancar. Tapi kondisi yang cukup membuat ribet terjadi di semester 6 ini, untuk PTT 2.

Entah karena alasan apa, jadwal PTT 2 ini baru dirilis setelah UTS 1, alias hanya punya waktu selang sedikit terhadap UAS. Imbasnya, 1 minggu bisa berkali-kali praktikum. Termasuk kelompok saya yang punya jadwal default paling freak (seminggu 4x dan berturut-turut, Senin sampai Kamis). Rutinitas praktikum pun dimulai lagi. Di balik rutinitas itu, ada hal-hal unik yang tercatat, hal yang menjadi umum ketika rutinitas itu melanda. Apakah itu? check this out!

1. Memakai kemeja ke kampus

Sudah bukan rahasia lagi kalau ITB dengan asyiknya memperbolehkan mahasiswa memakai kaos saat kuliah. Tapi untuk praktikum, memakai kemeja adalah suatu keharusan. So, yang biasa terlihat santai jadi terlihat rapi hari itu. Ya disyukuri saja untuk yang cakep, jadi cakep dan rapi saat itu (emang siapa yang cakep?)

2. Tukar jadwal praktikum

Karena jadwal praktikum yang rilis telat sehingga banyak yang bertabrakan dengan jadwal kuliah tertentu, maka banyak yang ingin tukar jadwal. Interaksi antarmahasiswa pun meningkat. Yah, harus berharap banyak pada kesediaan teman yang mau menggantikan, karena terkadang ada yang menolak tukar jadwal dengan alasan ini lah itu lah… Tapi pada dasarnya, tukar jadwal ga sebegitu ribet sih.

3. Lembur melapor

Laporan praktikum normalnya harus sudah terkumpul sehari selepas praktikum. Karena kemampuan analisis dan kelihaian menyampaika report adalah hal terpenting dari seorang engineer, maka mahasiswa pun sebisa mungkin membuat laporan terbaik. Imbasnya, sampai harus lembur karena analisis ya ga semudah membalik telapak tangan. Yah, nikmati saja karena lembur dan melapor memang bukan milik hansip semata.

4. Keluhan 1 SKS

Ya, inilah ketidakadilan yang sedikit banyak terasa dari nilai SKS praktikum di elektroteknik. Dengan urgensi, manfaat dan penggunaan waktu, tidaklah adil dan pas jika praktikum hanya berbobot 1 SKS!! Sederhananya begini, 1 SKS berarti 1 jam kuliah, 1 jam responsi dan 1 jam belajar mandiri. Anggap jam kuliah dan responsi sudah terwakili dalam 2 jam waktu praktik, sedangkan 1 jam belajar mandiri telah tuntas saat mengerjakan tugas pendahuluan dan mempelajari modul. Karena setelah itu masih harus ribet ria dengan laporan, ditempatkan di mana waktu pengerjaan laporan tsb? Yah, ada yang berpendapat seharusnya SKS ditambah, ada yang berpikiran berarti laporan praktikum sudah ga urgent lagi karena sudah di luar 1 SKS. Well, konon inilah ketidakadilan 1 SKS. Keluhan 1 SKS.

5. Surat-surat bertebaran

Oh, jangan dahulu membayangkan ini surat dengan amplop dan perangko yang tercecer bertebaran. Surat yang dimaksud di sini adalah surat elektronik (email) yang bertebaran di dunia maya, baik PM masing-masing mahasiswa atau di grup jejaring sosial. Apa yang diharapkan? Tentu saja jawaban tugas pendahuluan yang bejibun banyaknya dan (kalau bisa) master analisis praktikum. Hehe. Inilah yang memunculkan istilah “bursa transfer telekomunikasi”. Dan semua kan bersorak saat sudah ada post, “cek kulkas gan!”.

6. The Ashr Runner

Pelari di waktu Ashar, karena deadline laporan adalah jam 4 sore. Jadi, kalau ada yang buru-buru menuju lab telematika dan lab radar di jam-jam Ashar, yah kemungkinan besar mereka. Mengejar deadline! Yeah!

Apa lagi ya keunikan-keunikan dalam rutinitas praktikum telekom? Hmm… mungkin masih banyak. Yang jelas rutinitas ini harus dinikmati, dibuat seasyik mungkin.. untuk target semaksimal mungkin…

Come On!

#danmasihterusbelajar

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

3 thoughts on “Kembali ke Rutinitas Praktikum

  1. yah itulah mahasiswa mas..harus dilakoni..yang pandai-pandai membagi waktu..kerjasama antar teman terus diper-erat..maju bersama sukses semuanya..

  2. Hanya kurang 1 praktikum lagi semester ini…
    Horeeeeeeeeeee.. \(^o^)/
    setidaknya km gak digigit tikus dan dikencingi kelinci serta tidak terkontaminasi cacing dan mikroba… -.-“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s